KabarMakassar.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai pembangunan ruas Jalan Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Kamis (23/7).
Pembangunan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Multi Years Project (MYP) untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperkuat konektivitas antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
Ruas jalan tersebut selama ini menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Makassar dan Moncongloe dengan volume lalu lintas yang tinggi. Kondisi jalan yang rusak serta genangan saat musim hujan kerap dikeluhkan masyarakat karena menghambat mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan groundbreaking pembangunan preservasi jalan didampingi Bupati Maros Chaidir Syam, Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sulsel Andi Ihsan, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.
Menurut Gubernur, ruas Jalan Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung Makassar dan Maros, sehingga peningkatan kualitas jalannya diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Pembangunan ruas sepanjang sekitar 9,3 kilometer tersebut merupakan bagian dari Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6. Paket ini mencakup penanganan 20 ruas jalan strategis dengan total panjang 157,49 kilometer yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Maros.
Secara keseluruhan, Program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel didanai melalui APBD dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun. Program ini menargetkan penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada sekitar 100 ruas jalan provinsi di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027 guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi.
Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat Moncongloe.
“Warga Moncongloe mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah melakukan groundbreaking. Mudah-mudahan ini menjadi awal dari pekerjaan Jalan Moncongloe. Ini harapan besar masyarakat selama ini, alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” kata Chaidir.
Senada dengan itu, Camat Moncongloe Suhartini mengatakan masyarakat menyambut baik dimulainya pembangunan karena kondisi ruas jalan tersebut selama ini kerap terdampak genangan yang mengganggu aktivitas warga.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Warga di sekitar juga sangat bersyukur karena selama ini inilah yang kami harapkan, pekerjaan jalan ini segera dilaksanakan dan hari ini akhirnya terwujud. Di lokasi ini sudah cukup lama sering tergenang, bahkan hampir setiap tahun terjadi banjir,” ujarnya.
Sebelum pekerjaan konstruksi permanen dimulai, Pemprov Sulsel telah melakukan penanganan sementara pada ruas jalan tersebut agar akses masyarakat tetap dapat digunakan sambil menunggu pelaksanaan pembangunan.













