KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil alih operasional dua koridor layanan bus Trans Sulsel. Langkah ini dilakukan menyusul pembatasan subsidi dari Kementerian Perhubungan yang sebelumnya mendanai layanan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo menjelaskan, koridor yang kini disubsidi oleh Pemprov Sulsel adalah koridor 1 dan 2. Pemerintah provinsi tidak hanya menanggung biaya operasional, tetapi juga menunjuk operator baru untuk menjamin kelangsungan layanan.
“Pemprov Sulsel mengambil alih operasional satu koridor usai Kemenhub membatasi subsidi layanan Trans Sulsel. Koridor yang akan disubsidi Pemprov Sulsel adalah koridor 1 dan 2,” ungkapnya, Rabu (25/06).
Sementara untuk menunjang operasional, Pemprov telah menggandeng Damri sebagai operator layanan. Seluruh armada yang digunakan merupakan kendaraan baru tahun 2024 dan telah dilakukan pengecekan kelayakan.
“Damri kita gunakan. Ini armada baru semua. Tahun 2024. Saya sampaikan sudah rampcheck kendaraan kelayakannya. Sudah dari awal kita cek. Kendaraan baru semua. Sudah di-branding semua. Simulasi sudah dilihat,” katanya.
Pemprov juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,7 miliar untuk mendanai subsidi dua koridor tersebut. Untuk koridor 1, subsidi yang disiapkan sebesar Rp9,4 miliar, sementara koridor 2 sebesar Rp7,3 miliar.
Sebanyak 27 armada bus Trans Sulsel akan resmi beroperasi mulai Juli 2025. Layanan ini akan mencakup dua koridor utama yang menjangkau kawasan Mamminasata.
“Target 9 Juli. Kita siapkan semua,” pungkasnya.
![]()














