Indeks
News  

Pemkot Makassar Siapkan Lahan untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

Pemkot Makassar Siapkan Lahan untuk Dapur Makan Bergizi Gratis
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (dok ist)

KabarMakassar.com – Pemerintah Kota Makassar berencana menyediakan lahan untuk pembangunan dapur pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui skema pinjam pakai aset milik daerah.

Langkah ini merupakan dukungan terhadap program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmen tersebut usai mengikuti Rapat Koordinasi Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (SPPG-BGN) secara virtual, Senin (05/05).

Menurutnya, Pemkot tengah menyiapkan dua hingga tiga lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai dapur pengolahan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah.

“Kami akan siapkan lahan milik pemerintah kota dengan sistem pinjam pakai. Saat ini ada dua hingga tiga titik yang sedang kami identifikasi dan akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis dari pusat,” ujar Munafri, yang akrab disapa Appi.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan luas lahan untuk dapur MBG diperkirakan antara 800 hingga 1.000 meter persegi. Pemanfaatan aset daerah secara optimal, kata Appi, menjadi salah satu bentuk kolaborasi aktif pemerintah kota dalam mendukung program nasional.

“Kalau ada aset Pemkot yang tidak terpakai, kita bisa fasilitasi untuk program ini. Nantinya, dapur-dapur ini akan melayani wilayah sekitarnya untuk distribusi makanan bergizi kepada siswa,” tambahnya.

Selain penyediaan lahan, Appi menilai program MBG memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

Ia menyarankan agar pelaku UMKM dan produsen pangan lokal dilibatkan dalam rantai penyediaan bahan baku dapur.

“Dengan adanya kebutuhan rutin untuk bahan pangan, tentu ini akan memberikan dampak ekonomi. Perputaran uang di daerah meningkat, dan pelaku usaha lokal bisa lebih berkembang,” ucapnya.

Program MBG sendiri dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pendekatan yang melibatkan semua sektor.

Exit mobile version