KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar segera memulai inisiatif pembangunan fasilitas penitipan anak (daycare) yang diperuntukkan bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian serius terhadap kesejahteraan pegawai, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional dan ramah keluarga.
Kebijakan tersebut disampaikan Munafri saat memberikan arahan dalam kegiatan pengukuran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Tribun Karebosi, Senin (23/06).
Ia mengungkapkan bahwa selama melakukan kunjungan ke berbagai kantor pemerintahan, dirinya sering mendapati ruangan kerja dipenuhi oleh balita yang ikut orang tuanya bekerja karena tidak adanya tempat penitipan anak yang memadai.
“Saya beberapa kali masuk ke kantor, justru lebih banyak anak kecil daripada pegawainya. Ini harus jadi perhatian. ASN perlu fokus bekerja, dan kita sebagai pemerintah wajib menciptakan ruang untuk itu. Daycare adalah salah satu jawabannya,” ujar Munafri.
Menurutnya, tidak semua ASN memiliki akses terhadap pengasuhan anak yang memadai di luar jam kerja. Terutama bagi pasangan muda yang keduanya bekerja, keberadaan fasilitas penitipan menjadi kebutuhan mendesak.
Munafri menilai, membiarkan anak-anak ikut ke tempat kerja bukanlah solusi ideal, baik bagi pegawai maupun perkembangan anak itu sendiri.
Ia menjelaskan bahwa Pemkot tengah mengkaji dua opsi lokasi pembangunan daycare. Alternatif pertama adalah membangun fasilitas tersebut di kawasan Balai Kota Makassar untuk menjangkau pegawai pusat pemerintahan.
Alternatif kedua adalah menghadirkan fasilitas serupa di area permukiman ASN, agar lebih dekat dari rumah dan mempermudah pengantaran anak.
“Anak-anak harusnya bermain dengan teman sebayanya, bukan duduk diam di sudut ruangan kantor. Ini bukan hanya soal kenyamanan kerja, tapi juga soal tumbuh kembang anak. Jadi harus ada solusi jangka panjang,” tegasnya.
Lebih dari sekadar tempat menitip anak, Pemkot berkomitmen membangun daycare sebagai ruang edukatif yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Untuk itu, Munafri memastikan bahwa pengelolaannya akan melibatkan tenaga profesional, baik pengasuh maupun pendidik anak usia dini.
“Kita akan siapkan guru dan pengasuh yang paham betul tentang perkembangan anak. Kita tidak ingin ini jadi tempat parkir anak, tapi benar-benar ruang tumbuh dan belajar,” tambahnya.
Inisiatif ini disambut antusias oleh para ASN yang hadir, terutama dari kalangan ibu bekerja. Mereka berharap program ini bisa segera terealisasi agar mereka tidak lagi terbebani oleh dilema antara tanggung jawab pekerjaan dan pengasuhan anak.
Pemkot Makassar menilai bahwa peningkatan produktivitas kerja sangat bergantung pada kondisi psikologis pegawai.
“Kami memberikan solusi terhadap salah satu beban terbesar pegawai yakni urusan anak selama jam kerja diharapkan akan tercipta iklim kerja yang lebih fokus, efektif, dan manusiawi,” terangnya.
Rencana pembangunan daycare ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemkot untuk menjadikan Makassar sebagai kota yang inklusif dan ramah keluarga.
Munafri ingin memastikan bahwa pelayanan publik tidak hanya efisien secara administratif, tetapi juga sensitif terhadap kebutuhan sosial para pelaksana pemerintahan di lapangan.
