Indeks
News  

Pemkot Makassar Rebranding Inkubator UMKM, Siapkan Wirausaha Digital

Pemkot Makassar Rebranding Inkubator UMKM, Siapkan Wirausaha Digital
Peluncuran UMKM Fiesta 2025, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat perannya dalam menumbuhkan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro melalui langkah strategis rebranding Inkubator Bisnis Koperasi, UMKM, dan Startup.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar Pemkot Makassar dalam mendorong lahirnya wirausaha digital yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Program tersebut resmi diluncurkan dalam kegiatan UMKM Fiesta 2025 yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar di Atrium Plaza Mall Ratu Indah, Rabu (05/11).

Acara yang berlangsung hingga 7 November ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar.

Kegiatan dibuka dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Hadir Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel Andi Eka Prasetia, serta jajaran kepala SKPD, akademisi, dan komunitas pelaku usaha dari berbagai sektor.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema ‘UMKM Tangguh, Ekonomi Tumbuh, Menuju Makassar Mulia’.

Menurutnya, salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah rebranding inkubator usaha mikro kecil menjadi wadah yang tidak hanya berfokus pada pelatihan dan pendampingan tradisional, tetapi juga mengintegrasikan teknologi digital, inovasi bisnis, dan penguatan koperasi.

“Rebranding ini menjadi langkah strategis dalam memperluas peran inkubator. Kini tidak hanya menaungi pelaku usaha mikro kecil, tetapi juga koperasi dan startup berbasis inovasi. Kita ingin inkubator menjadi pusat pengembangan bisnis modern yang berorientasi digital,” jelas Arlin.

Dengan transformasi ini, Inkubator Bisnis Makassar diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Target kami bukan hanya melahirkan pelaku usaha baru, tapi juga wirausaha yang melek teknologi, mampu berinovasi, dan siap menembus pasar digital,” tambahnya.

Selain rebranding inkubator, UMKM Fiesta tahun ini juga menghadirkan dua agenda besar lainnya, yakni pameran produk unggulan UMKM dan pemberian penghargaan kepada pelaku usaha berprestasi.

Pameran UMKM menampilkan puluhan pelaku usaha dari sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga inovasi digital. Produk-produk unggulan lokal seperti makanan olahan, busana khas Makassar, serta hasil kerajinan kreatif menjadi daya tarik utama pengunjung mall.

Sementara itu, Awarding UMKM Makassar 2025 digelar sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha berprestasi dalam berbagai kategori, UMKM Inovatif, UMKM Inspiratif, UMKM Digital dan UMKM Naik Kelas.

“Penghargaan ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha yang terus berinovasi dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Arlin.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan bahwa kegiatan seperti UMKM Fiesta menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia menyebut, penguatan ekosistem UMKM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kerja bersama yang harus terus dibangun agar ekonomi kerakyatan semakin tumbuh.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Dengan kegiatan seperti ini, kita memberi ruang bagi pelaku usaha untuk tampil, berkembang, dan menginspirasi yang lain,” ujarnya.

Appi juga menekankan pentingnya adaptasi digital dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar modern.

“Kita ingin Makassar menjadi kota dengan wirausaha digital yang tangguh. Digitalisasi bukan hanya tren, tapi kebutuhan agar pelaku usaha bisa bertahan dan berkembang,” tegasnya.

Pemkot Makassar menargetkan rebranding inkubator ini menjadi tonggak baru bagi lahirnya ekosistem kewirausahaan digital di Makassar. Selain pembinaan teknis dan promosi, pemerintah juga tengah menyiapkan skema kolaborasi dengan perbankan dan sektor swasta untuk membuka akses permodalan yang lebih luas.

“Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak hanya dilatih, tapi juga punya akses ke pembiayaan, pasar, dan jejaring digital. Itu kunci agar mereka bisa naik kelas,” jelas Appi.

Jangka panjang, program ini diharapkan menjadi model pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing tinggi, dan berbasis inovasi.

“Dengan kolaborasi semua pihak, Makassar bisa menjadi kota wirausaha digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Appi.

Exit mobile version