kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pemkot dan Forkopimda Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Kebakaran DPRD Makassar

Pemkot dan Forkopimda Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Kebakaran DPRD Makassar
Sholat Ghaib, (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Pemerintah Kota Makassar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar sholat ghaib di pelataran Gedung DPRD Kota Makassar, Jumat (05/09).

Doa bersama ini untuk empat korban jiwa dalam insiden kebakaran yang terjadi pada 29 Agustus lalu.

Sholat ghaib dimulai sekitar pukul 13.30 WITA, diikuti ratusan jamaah yang terdiri dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), jajaran SKPD, anggota DPRD, Kejari, Dandim, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Makassar, hingga masyarakat umum.

Suasana hening dan penuh keharuan menyelimuti pelataran DPRD, terlebih dengan terpampangnya foto-foto keempat korban di hadapan jamaah.

Appi menegaskan bahwa sholat ghaib bukan hanya bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga pengingat agar tragedi ini menjadi pelajaran besar.

“Hari ini kita berada di Gedung DPRD Kota Makassar, melaksanakan sholat doa bersama rekan-rekan dari BEM, Forkopimda, anggota DPRD, SKPD, dan masyarakat. Kita hadir untuk memberikan doa terbaik kepada para korban yang gugur dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi Kota Makassar perlahan membaik berkat koordinasi lintas sektor antara pemerintah, kepolisian, TNI, dan masyarakat.

Aktivitas warga juga disebut mulai kembali berjalan normal. Namun, ia menegaskan bahwa tragedi yang menelan korban jiwa di DPRD tidak bisa dipandang sebagai aksi unjuk rasa biasa.

“Ini bukan demonstrasi mahasiswa, tetapi ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dari sini kita belajar bahwa menjaga kondusifitas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Terkait pengamanan di area DPRD pasca-insiden, Appi menyampaikan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan aparat TNI dan Polri. Pemerintah kota, kata dia, siap mendukung langkah terbaik demi stabilitas dan keamanan.

“Apakah sistem penjagaan ini dilanjutkan, itu kita serahkan pada kajian aparat TNI-Polri. Yang jelas, kita semua harus memastikan kondisi Makassar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

error: Content is protected !!