KabarMakassar.com — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMA dan SMK secara serentak pada akhir Agustus hingga September 2025.
Program ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi pemilih pemula, dengan dukungan teknis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Sulsel, Hasruddin Husain, mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi perdana untuk membahas desain pelaksanaan.
Ia menilai langkah Disdik Sulsel ini jarang dilakukan dan mencerminkan visi membangun demokrasi sejak bangku sekolah.
“Insya Allah pelaksanaannya itu di akhir bulan Agustus sampai bulan September 2025. Ini sangat menarik, karena akan menjadi laboratorium demokrasi di Sulsel,” ujar Hasruddin, Rabu (13/8).
Tahapan pemilihan OSIS dirancang semirip mungkin dengan proses Pilkada dan Pemilu, mulai dari pencalonan, kampanye, hingga pemungutan suara. Setiap sekolah akan membentuk “Komisi Pemilihan OSIS” untuk mengelola seluruh proses secara mandiri.
“Kami ingin semua tahap yang ada di Pilkada dan Pemilu bisa diduplikasi dalam pemilihan OSIS. Dengan begitu, siswa akan belajar langsung bagaimana proses demokrasi berjalan,” jelasnya.
Meski tidak memiliki alokasi anggaran khusus, KPU Sulsel memastikan dukungan logistik, termasuk bilik suara dan kotak suara, akan disediakan untuk menunjang kelancaran pemungutan suara di sekolah-sekolah.
Hasruddin menambahkan, pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi siswa yang kelak menjadi pemilih resmi pada Pemilu atau Pilkada mendatang.
“Ini bukan sekadar pemilihan OSIS, tapi investasi demokrasi jangka panjang bagi Sulsel,” pungkasnya.













