KabarMakassar.com – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, menilai wacana pemilihan ketua OSIS secara serentak di sekolah-sekolah memang menarik, namun bukan merupakan hal yang mendesak.
Menurutnya, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah pendampingan siswa dalam berorganisasi dan memastikan seluruh siswa memiliki ruang untuk berkembang.
“Kalau mau serentak, silakan saja. Tapi kita juga harus melihat dari sisi penganggarannya seperti apa. Jangan sampai ini menjadi beban bagi siswa,” kata Yeni, Jumat (15/08).
Yeni menilai, pemilihan ketua OSIS bukanlah substansi utama dalam pembinaan kepemimpinan siswa. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana sekolah mendampingi dan membimbing siswa dalam berorganisasi, baik di OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), maupun Paskibraka.
“Semua siswa harus diberi kesempatan berorganisasi. Itu jauh lebih penting dan lebih bagus. Pendampingan itu yang harus diperkuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, pelaksanaan pemilihan ketua OSIS tidak perlu dibuat terlalu rumit seperti pemilihan legislatif atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Menurutnya, saat ini anak-anak sudah memiliki banyak referensi dan informasi terkait proses pemilihan melalui media dan teknologi, sehingga tidak perlu lagi simulasi berlebihan.
“Kalau mau mengajarkan demokrasi, ya ajarkan saja prinsip-prinsipnya. Tidak harus dibuat sekompleks pemilu caleg/Pilkada. Sederhana saja, anak-anak tetap akan paham,” jelasnya.
Yeni mengungkapkan, dirinya mendapat informasi dari beberapa pengurus OSIS bahwa mereka kerap kesulitan menjalankan program kerja karena anggaran yang terbatas dari sekolah.
Proses pelaporan kegiatan pun dinilai terlalu ribet, bahkan untuk pengeluaran kecil tetap harus dibuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) lengkap.
“Hal-hal seperti ini justru yang perlu disederhanakan dan diperhatikan. Jangan sampai administrasi yang berlebihan justru menghambat kreativitas siswa,” tambahnya.
Ia mengaku belum pernah menerima penjelasan resmi dari pemerintah provinsi atau dinas terkait mengenai rencana pemilihan OSIS serentak ini. Informasi yang diterima pun baru sebatas dari pemberitaan media.
“Kalau ada kebijakan baru, seharusnya disampaikan kepada DPRD. Supaya ketika ada pertanyaan, kami punya pemahaman utuh dan bisa bersinergi. Kalau seperti ini, informasi yang kami dapat hanya sepenggal-sepenggal,” pungkasnya.













