KabarSelatan.id — Unit Tindak Pidana Terpadu (Tipidter) Mapolres Jeneponto kembali didatangi sejumlah kerabat korban dugaan kasus pembunuhan yang menewaskan Yasa (45) Rabu (26/1/2022).
Mereka meminta Kepolisian untuk mengungkap siapa aktor utama tewasnya pria berusia 45 Tahun itu di Kampung La'langboni, Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Minggu dinihari (5/12/2021) lalu.
"Saya ke sini untuk bertanya ke petugas tentang perkembangan kasus suami yang terbunuh," ucap Istri Yasa, Ira kepada Kabarselatan. Kamis (27/1).
Namun ia merasa pihak kepolisian sejauh ini sangat lamban menangani kasus tewasnya sang suami.
"Sudah hampir dua bulan, sudah ditangani sama polisi cuman tidak ada kepastian bilang siapa yang ditangkap," jelasnya.
Bahkan ia mengaku kerap kali mendatangi kantor polisi akan tetapi jawaban yang diterima hanya sebatas kata sabar.
"Sudah lima kali, di suruh menunggu itu yang tidak ada kepastianya," akunya.
Dalam kondisi demikian, Ira pun mulai merasakan penat untuk menuntut rasa keadilan.
"Sudah capek, itulah kita datang kesini bagaimana kepastianya" ungkapnya.
Tak mendapat kepastian hukum dari pihak kepolisian, ia pun mengancam akan membawa ranah ini ke Mapolda Sulawesi apabila kasus ini belum terungkap.
"Kalau tidak bisa di selesaikan disini yah saya ke Polda," tegas Ira.
Tak hanya itu, Ira juga menampik jika video pembunuhan yang beredar di sosial media yang saat ini telah ditangani tim ahli polda Sulsel adalah sang suami.
"Iya di dalam video itu adalah suami saya," terangnya.
Maka dari itu, Ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku yang menewaskan suaminya itu.
"Iya saya memohon kepada polisi supaya bagaimana ada tersangkannya," pinta Ira.
Meski pun Yasa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pencurian yang disangkakan, Ira menyebut oknum maupun kelompok tak berhak menghakiminya.
"Kalau memang polisi yang bunuh tidak apa-apa, kalau memang di bilang di DPO, tapi ini tidak benar," tutupnya.
Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Jeneponto, Aipda Syahrir mengatakan belum bisa berkomentar atas kejelasan kasus kematian Yasa.
" Kerabat korban memang datang namun untuk lebih jelasnya keterangan dari hasil kasus itu, kita menunggu minggu depan. Jadi silahkan datang minggu depan," tukasnya.













