KabarMakassar.com — Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Kabupaten Gowa dan Kota Makassar ikut terdampak.
Gangguan pasokan tersebut dirasakan pelanggan pada Senin (31/08) sejak pukul 09.00 pagi, dengan waktu pemadaman yang berbeda di sejumlah daerah.
Pemadaman tersebut turut mengganggu aktivitas warga. Di Makassar, Rahma mengaku listrik di rumahnya padam selama sekitar dua jam pada Senin malam.
“Di rumah saya malam itu listrik padam sekitar dua jam,” kata Rahma, Selasa (01/09).
Sementara di Gowa, Rul mengatakan listrik di rumahnya padam sekitar pukul 13.25 Wita.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa lama listrik kembali menyala karena memilih meninggalkan rumah untuk mencari tempat dengan akses listrik dan WiFi.
“Listrik padam sekitar pukul 13.25. Saya tidak tahu pasti berapa lama karena akhirnya memilih ke warkop. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan membutuhkan WiFi,” ujar Rul.
Rul khawatir jika kejadian El Nino yang berdampak pada pemadam listrik kembali terulang.
“Agak khawatir juga pas tahu ada pengumuman pemadam listrik, Kitakan punya pengalaman ditahun 2023 yang El Nino itu, parah waktu itukan , kita berbulan-bulan harus rasakan pemadaman listrik dengan durasi panjang jadi ini cukup khawatir,” tukasnya.
Sementara itu, PLN UID Sulselrabar membenarkan adanya pemadaman dan menyebut kondisi itu berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas Sistem Subagsel.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan pemeliharaan tersebut berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah, sementara sebagian daerah lainnya tidak terdampak.
“Memang betul terjadi pemadaman listrik pelanggan di daerah Sulawesi Selatan ini. Beberapa wilayah terdampak, tapi beberapa wilayah tidak terdampak,” kata Niki, dalam keterangannya.
Menurutnya, pekerjaan pemeliharaan mulai berdampak pada pasokan listrik sejak sekitar pukul 09.00 Wita. PLN kemudian melakukan pengaturan beban untuk mempertahankan kestabilan sistem kelistrikan.
“Pemadaman ini disebabkan adanya pengerjaan pemeliharaan ketenagalistrikan yang ada di wilayah kerja UID Sulawesi Selatan,” ujarnya.
PLN memperkirakan pengaturan beban berlangsung sekitar dua jam. Namun, durasi tersebut dapat berubah menyesuaikan kondisi pekerjaan di lapangan.
Tim PLN juga disebut terus melakukan percepatan agar pasokan listrik kembali normal.
“Tujuannya untuk menjaga keandalan kelistrikan di wilayah kerja kami. Kami mohon doa masyarakat agar pengerjaan ini bisa tepat waktu atau lebih cepat dari yang sudah dijadwalkan,” kata Niki.
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan memastikan pemeliharaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.













