kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

PD Pasar Janjikan Relaksasi bagi PKL Rotterdam yang Bersedia Direlokasi

PD Pasar Janjikan Relaksasi bagi PKL Rotterdam yang Bersedia Direlokasi
Anggota DPRD hingga PD Pasar saat Dialog Bersama PKL Rotterdam kota Makassar, (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya menjanjikan kebijakan relaksasi bagi pedagang kaki lima (PKL) Es Kelapa di kawasan Benteng Rotterdam apabila bersedia direlokasi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, saat berdialog dengan para pedagang dalam pertemuan di gedung sementara DPRD Kota Makassar di Jalan Letjen Hertasning.

Ali menegaskan kehadiran jajaran Pemerintah Kota Makassar dalam forum itu bukan untuk memaksakan penggusuran, melainkan mencari solusi terbaik melalui proses penataan kawasan.

“Kami hadir untuk menawarkan solusi. Kami menata, bukan menggusur. Itu yang harus dipahami bersama,” ujar Ali.

Menurutnya, konsep relokasi yang disiapkan pemerintah bertujuan memberikan ruang usaha yang lebih nyaman dan representatif bagi pedagang sekaligus mendukung penataan kawasan di sekitar Benteng Rotterdam.

Ia menyebut lokasi yang ditawarkan berada di kawasan Pasar Baru atau Kampung Baru yang ke depan akan dikembangkan sebagai sentra wisata kuliner.

“Kalau sudah direlokasi dan disesuaikan dengan tempatnya, insyaallah pedagang bisa berjualan lebih tenang dan tempatnya juga jauh lebih representatif. Kami mencoba mengembangkan kawasan Kampung Baru menjadi wisata kuliner,” katanya.

Untuk mendorong proses perpindahan tersebut, PD Pasar juga menyiapkan kebijakan relaksasi agar para pedagang tidak terbebani pada tahap awal penataan.

“Hari ini mudah-mudahan kita ada kata sepakat. Saya akan memberikan relaksasi untuk memfasilitasi kegiatan bisnis saudara-saudara sekalian agar bisa berjalan dengan baik,” ungkap Ali.

Ia menambahkan, lokasi relokasi dinilai memiliki potensi yang tidak kalah baik karena telah menjadi kawasan yang dikenal sebagai pusat kuliner dan aktivitas perdagangan masyarakat.

“Di sana sudah ada berbagai aktivitas kuliner dan perdagangan. Ke depan tempat itu akan terus kami kembangkan sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pedagang dan masyarakat,” jelasnya.

Ali juga mengajak seluruh pedagang untuk mengedepankan dialog dan mengesampingkan ego agar solusi yang dihasilkan dapat menguntungkan semua pihak tanpa ada yang merasa dirugikan.

“Mudah-mudahan apa yang kita bicarakan hari ini menjadi jalan keluar terbaik sehingga semua bisa berjualan dengan tenang dan mendapatkan keberkahan,” tukasnya.

error: Content is protected !!