KabarMakassar.com – Sektor pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan impresif dalam dua tahun terakhir.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, sepanjang 2024 Indonesia berhasil menarik 13,9 juta wisatawan mancanegara (wisman). Hingga Juli 2025, jumlah kunjungan wisman sudah menembus 8,5 juta, tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2024, perjalanan domestik melampaui 1 miliar kali. Memasuki pertengahan 2025, angka itu sudah naik 19,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Widiyanti, tren ini bukan hanya peluang besar, tetapi juga amanah untuk menjaga keberlanjutan pariwisata nasional.
“Pariwisata masa depan bukan sekadar angka kunjungan, tapi bagaimana menghadirkan pengalaman berkualitas, menjaga kelestarian alam dan budaya, serta memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujar Widiyanti saat menghadiri Dies Natalis ke-34 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sabtu (20/09).
Dalam acara wisuda 565 mahasiswa Poltekpar Makassar, Menteri menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing global.
Ia menegaskan bahwa lonjakan 8,5 juta wisman dan lebih dari 1 miliar perjalanan wisnus tidak akan berarti tanpa kesiapan tenaga profesional yang mampu mengelola destinasi, menciptakan layanan kelas dunia, dan menjaga identitas budaya.
Widiyanti juga menyampaikan empat pesan kepada para wisudawan, “terus belajar, membangun jejaring, menjaga integritas, serta tidak melupakan akar budaya,”
Menurutnya, generasi muda pariwisata harus menjadi motor transformasi agar Indonesia mampu bersaing di kancah global sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Dengan capaian pertumbuhan dua digit pada wisatawan mancanegara dan domestik, pemerintah optimistis pariwisata akan terus menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional. Widiyanti menegaskan.
“Saya percaya, di tangan generasi baru ini, pariwisata Indonesia akan semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan mendunia.” pungkasnya.













