KabarSelayar.id — Delapan tahun lagi umat Islam akan menjalani puasa bulan Suci Ramadhan dan merayakan hari lebaran Idul Fitri sebanyak 2 (dua) kali, dalam kurung waktu 1 tahun pada 2030 nanti.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang Astronom Saudi Khaled Al-Zaqaq dalam penelitiannya menyatakan, bahwa Muslim akan merayakan bulan suci Ramadhan dua kali dalam satu tahun pada tahun 2030.
Situasi ini dikarenakan oleh fakta bahwa kalender Hijriah Islam berdasarkan pada siklus bulan, sedangkan kalender Gregorian menandai perjalanan bumi mengelilingi matahari.
"Perbedaan antara dua kalender berarti bahwa Ramadhan akan jatuh dua kali dalam satu tahun Gregorian kira-kira setiap 30 tahun," ungkap astronom dalam sebuah video yang diupload di akun Twitternya, seperti yang dilansir Al-Arabiya, Senin (11/4/2022).
Ramadhan tahun 1451 Hijriah akan dimulai sekitar 5 Januari 2030 dan pada Ramadhan tahun 1452 Hijriah akan jatuh sekitar tanggal 26 Desember 2030 Masehi. Dalam keadaan tersebut umat Islam akan menjalani puasa selama sekitar 36 hari total di tahun 2030 nanti. Artinya 1 Bulan penuh 30 hari pada tahun 1451 H dan sekitar 6 hari untuk tahun 1452 H di tahun 2030 Masehi.
Hal tersebut bisa terjadi karena tahun Hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari, artinya tidak sejalan persis dengan kalender tahun Masehi yang 365 hari. Artinya bahwa Ramadhan masuk di musim yang berbeda setiap tahunnya dan akan berlangsung dalam siklus sekitar 32 tahun.
Bulan Ramadhan pada 1449 hijriah nanti akan dimulai pada tahun 2028 dan berlangsung pada pertengahan musim dingin. Sedangkan pada tahun 1466 hijriah yang bertepatan dengan tahun 2044 M, bulan ramadhan akan dimulai di puncak musim panas.
Tentunya pelaksanaan puasa Ramadhan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, artinya puasa terlama akan terjadi saat Ramadhan di musim panas, dan terpendek ketika jatuh pada musim dingin.













