kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Migrasi Tenaga Kerja Dinilai Ganggu Akurasi Data Pemilih Sulsel

Migrasi Tenaga Kerja Dinilai Ganggu Akurasi Data Pemilih Sulsel
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Sulsel, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Tingginya mobilitas penduduk dinilai menjadi salah satu tantangan baru dalam pengawasan data pemilih menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Sulsel Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Andarias Duma’ dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Sulsel di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (9/3).

Menurut Andarias, perpindahan penduduk yang cukup besar di beberapa wilayah berpotensi memengaruhi akurasi data pemilih apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Pengawasan data pemilih ke depan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Misalnya di Toraja, ada ribuan warga yang saat ini sedang atau akan berangkat bekerja ke Morowali. Mobilitas seperti ini tentu akan berpengaruh pada akurasi data pemilih jika tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai dinamika sosial seperti migrasi tenaga kerja perlu menjadi perhatian serius bagi penyelenggara pemilu dalam proses pemutakhiran data pemilih.

Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli menambahkan bahwa pengawasan terhadap data pemilih tidak hanya berfokus pada prosedur administrasi, tetapi juga memastikan data tersebut benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat.

“Yang diawasi oleh Bawaslu bukan semata-mata kerja KPU sebagai institusi, tetapi bagaimana pergerakan data pemilih itu sendiri, apakah akurat dan mutakhir sesuai kondisi warga yang memiliki hak pilih,” jelasnya.

Tak hanya itu, Anggota KPU Sulsel Romi Harminto turut menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam pemutakhiran data pemilih berasal dari rendahnya pelaporan perubahan status kependudukan oleh masyarakat.

“Banyak masyarakat yang tidak melaporkan perubahan status seperti pindah domisili, kematian, maupun perubahan data lainnya. Padahal pembaruan data kependudukan sangat penting untuk menjaga akurasi daftar pemilih,” kata Romi.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam memperbarui data kependudukan menjadi faktor penting dalam mewujudkan daftar pemilih yang akurat dan berkualitas.

error: Content is protected !!