KabarMakassar.com — Iwan Dento merupakan salah satu putra Sulawesi Selatan yang masuk nominasi penerima penghargaan Kalpataru 2022 kategori perintis lingkungan.
Iwan Dento yang memiliki nama asli Muhammad Ikhwan merupakan perintis sekaligus aktivis lingkungan dan advokasi yang berupaya mengatasi eksploitasi tambang Karts di kawasan wisata Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selama kurun waktu 12 tahun terakhir, Iwan Dento yang merupakan pria kelahiran Maros, 10 Oktober 1980 tersebut fokus dalam melakukan upaya advokasi dengan masyarakat setempat untuk menolak perusahaan tambang karst yang dapat mendatangkan berbagai ancaman lingkungan.
Ia menuturkan dulunya terdapat empat perusahaan tambang yang beraktivitas di sekitar kawasan Rammang-rammang dimana satu diantaranya merupakan tambang rakyat yang dikelola masyarakat sekitar.
Namun berkat advokasinya bersama masyarakat yang sadar terhadap ancaman tambang Karst yang dapat merusak flora fauna dan mata air serta potensi wisata Rammang-rammang, tahun 2013 empat perusahaan tersebut angkat kaki pasca izinnya dicabut oleh pemerintah daerah Kabupaten Maros.
"Kalau di kawasan Rammang-rammang kan sebenarnya ada empat dulunya aktivitas, hanya pasca advokasi dua izinnya ini dicabut, yang satu perpanjangan izinnya ditolak, terus kemudian aktivitas warga tambang rakyat juga berhenti," ungkapnya, Rabu (11/05).
Pria berusia 41 tahun tersebut menceritakan perjalanan panjang usahanya dalam mengajak dan mengadvokasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekologi salah satunya dengan memberikan alternatif ruang hidup seperti pelatihan pengelolaan komoditi pertanian, pariwisata, perkebunan, dan pengelolaan sampah hingga membentuk sebuah komunitas rumah belajar yang mewadahi ratusan anak-anak masyarakat setempat.
Iwan Dento melanjutkan, meski aktivitas tambang karts tidak lagi ada, namun ancaman terhadap potensi wisata Rammang-rammang tentu masih ada sehingga pihaknya perlu tetap menjaga jaringan advokasi yang telah dibangun, mendorong konsep pariwisata yang berkelanjutan yang memiliki nilai tawar baik dari sisi ekonomi dan konservasi, serta mendorong regulasi untuk melahirkan peraturan yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan kawasan karst.
"Ancaman itu tetap akan ada dan yang pertama kami lakukan tentu menjaga jaringan itu tetap ada, mendorong konsep pariwisata berkelanjutan sehingga kita punya nilai tawar, yang ketiga adalah mendorong regulasi," sambungnya.
Dalam perjalanannya, perjuangan dan advokasi yang dilakukan tidak mudah. Ia kerap kali mendapat pemberitahuan dari pihak perusahaan, bahkan dari warga pro-tambang yang cukup banyak. Bahkan, pihaknya juga kerap mendapat iming-iming kekayaan yang jumlahnya tidak sedikit.
Perjuangan ayah empat anak tersebut dalam menjaga lingkungan khususnya di sekitar kawasan Rammang-rammang, menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Diantaranya yakni menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan Kalpataru Indonesia tahun 2020, Angle Award 2015, Kick Andy Award dan kini kembali masuk nominasi 20 besar penerima Kalpataru Indonesia tahun 2022.
Iwan Dento berharap pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai tawaran perusahaan yang ingin melakukan aktivitas tambang di Kabupaten Maros dan masyarakat tetap sadar dan melanjutkan perjuangan mereka bersama-sama dalam menjaga ekologi dan wisata Rammang-rammang.
"Kita berharap pemerintah terus mendorong dan menjaga wisata Rammang-rammang dan terus mengevaluasi perusahaan tambang yang ingin melakukan aktivitas," pungkasnya.
Untuk mendukung Iwan Dento meraih penghargaan Kalpataru 2022 kategori Perintis Lingkungan, Anda dapat mengirimkan dukungan lewat email ke kalpataru.klhk@gmail.com. Juga bisa ikut meramaikan dengan menggunakan twibbonize.













