Indeks
News  

Makassar Job Fair 2026 Buka Peluang Kerja Inklusif untuk Disabilitas

Makassar Job Fair 2026 Buka Peluang Kerja Inklusif untuk Disabilitas
Suasana Makassar Job fair 2026 (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong perusahaan peserta Makassar Job Fair membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan, kesempatan kerja harus diberikan secara inklusif berdasarkan kompetensi, bukan keterbatasan fisik yang dimiliki.

Pesan tersebut disampaikan Appi saat membuka Makassar Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar di Phinisi Point Mall, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (19/08).

Diketahui, agenda ini digelar selama dua hari sejak Rabu 19 hingga Kamis 20 Agustus 2026 besok.

Menurut Appi, sejumlah perusahaan yang hadir dalam job fair telah menunjukkan keterbukaan dengan menerima pekerja penyandang disabilitas. Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pasar kerja yang inklusif.

“Ini penting lagi bahwa ternyata perusahaan ini menerima saudara-saudara kita yang disabilitas,” kata Appi, Rabu (19/08).

Appi bahkan mengaku melihat langsung tiga penyandang disabilitas berada di salah satu stan perusahaan. Mereka merupakan bagian dari peserta yang sebelumnya mendapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui program yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.

“Ini yang kita harapkan, hasil-hasil mula yang kita inginkan sehingga proses pencari pekerja di Kota Makassar menjadi pekerjaan yang inklusif, yang bisa menerima semuanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, prinsip inklusivitas tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Makassar Job Fair yang mengusung semangat inklusif, kompeten dan transparan.

Bagi Appi, kompetensi tetap menjadi dasar utama dalam proses rekrutmen. Ia juga meminta agar seluruh proses penerimaan tenaga kerja berjalan terbuka tanpa praktik titip-menitip maupun korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Orang yang punya kompeten, orang yang memang berhak, silakan diberikan haknya. Sehingga benar-benar Job Fair ini akan menghadirkan angkatan kerja yang diterima dengan cara yang sangat fair,” tegasnya.

Makassar Job Fair berlangsung selama dua hari dengan menyediakan lebih dari 1.000 lebih lowongan kerja dari berbagai perusahaan.

Appi berharap kesempatan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk menekan tingkat pengangguran terbuka di Makassar yang disebut telah turun dari dua digit menjadi sekitar 9 persen.

Ia mencontohkan salah satu perusahaan ritel yang membutuhkan sekitar 250 pekerja dalam rekrutmen tersebut. Selain itu, terdapat perusahaan outsourcing, distribusi, makanan dan minuman yang turut membuka kebutuhan tenaga kerja.

Appi menyebut upaya mengurangi pengangguran tidak cukup hanya melalui job fair. Pemerintah juga menyiapkan pelatihan, bantuan modal dan pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Mereka ini tidak hanya mencari kerja tapi mereka juga bisa membuka lapangan kerja,” katanya.

Ia mencontohkan dukungan peralatan bagi pelaku usaha kecil. Bantuan seperti mesin cuci untuk usaha laundry, menurutnya, dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang bagi pemilik usaha untuk mempekerjakan tenaga tambahan.

“Kalau dia sudah punya mesin cuci, minimal dia sudah bisa mempekerjakan dirinya sendiri dan satu helper-nya, artinya dua tenaga kerja sudah terespon di dalamnya,” ujar Appi.

Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Makassar ingin memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan sekaligus memastikan kelompok yang selama ini menghadapi hambatan dalam memasuki dunia kerja, termasuk penyandang disabilitas, tetap memperoleh kesempatan yang setara.

Exit mobile version