Indeks
News  

Makassar Harus Tambah Baik, Pesan Danny untuk Appi-Aliyah

Makassar Harus Tambah Baik, Pesan Danny untuk Appi-Aliyah
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto periode 2014–2019 dan 2021–2025 (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Di tengah suasana khidmat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar, mantan Wali Kota dua periode, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menyampaikan pesan yang sarat makna.

Ia berharap Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham pasangan yang dikenal dengan akronim Mulia dapat menjadi kota yang semakin baik dan berkelanjutan.

Danny hadir bersama sang istri, Indira Yusuf Ismail, dalam upacara HUT yang digelar di Lapangan Karebosi, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Minggu (09/11).

Momentum peringatan hari jadi kota ini menjadi ajang refleksi bagi mantan wali kota yang telah dua kali memimpin Makassar, periode 2014–2019 dan 2021–2025.

Danny menegaskan bahwa Makassar harus terus bergerak maju di bawah estafet kepemimpinan yang baru. Ia menilai, pembangunan kota bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, melainkan kesinambungan visi dan kerja bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Makassar harus tambah baik. Kita doakan bisa lebih baik di bawah kepemimpinan Pak Appi dan Bu Aliyah,” ujar Danny Pomanto usai upacara.

Mantan wali kota yang dikenal dengan program ‘Makassar Tidak Rantasa’ ini juga mengapresiasi langkah pemerintahan Munafri – Aliyah yang melanjutkan sejumlah program yang pernah ia rancang, terutama dalam bidang penataan infrastruktur kota. Salah satunya adalah ducting sharing sistem penanaman kabel bawah tanah yang terintegrasi untuk menertibkan jaringan kabel yang selama ini semrawut di ruang publik.

Menurut Danny, ducting sharing merupakan simbol kemajuan sebuah kota. Dengan sistem itu, wajah kota akan lebih tertata, bersih, dan modern.

“Alhamdulillah, pemerintahan berkelanjutan memang diamanahkan dalam undang-undang. Kita doakan program ducting sharing bisa lebih cepat, karena kota yang maju dilihat dari kabelnya,” ucapnya.

Ia mengaku bersyukur program tersebut akhirnya bisa diwujudkan di era pemerintahan Appi–Aliyah setelah sebelumnya hanya sampai pada tahap perencanaan di masa pemerintahannya.

“Alhamdulillah, dilanjutkan oleh Pak Appi. Dulu kita rencanakan untuk dibuat, tapi belum sempat, akhirnya Pak Appi yang jalankan,” tambah Danny.

Selain soal pembangunan fisik, Danny juga menyoroti pentingnya memperkuat keamanan dan ketahanan sosial di tingkat akar rumput.

Ia berharap pemerintah saat ini fokus memperkuat ekosistem masyarakat mulai dari RT/RW, lurah, hingga seluruh elemen warga sebagai fondasi ketertiban dan keamanan kota.

“Kita berharap dan doakan Makassar membaik. Kasih waktu Pak Appi dan Bu Aliyah untuk membuat Makassar lebih baik,” tutupnya penuh harap.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar menjadi saat untuk merefleksikan kepemimpinan dan memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa kemajuan Makassar tidak dapat dicapai tanpa harmoni, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas warga kota.

Appi menuturkan bahwa HUT ke-418 bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi bentuk perenungan bersama atas perjalanan panjang kota yang tumbuh dari semangat warganya sendiri.

“Hari ini Makassar tidak sekadar merayakan ulang tahun, tetapi merayakan kebersamaan. Sebuah perjalanan panjang yang dirajut oleh tangan-tangan warganya sendiri,” ujar Appi.

Ia menyebut, setiap zaman memiliki pemimpin dan tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintahan yang ia pimpin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham berkomitmen melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu untuk menghadirkan sistem pemerintahan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat.

“Kami memiliki pendahulu luar biasa yang telah menata sistem pemerintahan dengan baik. Kami hanya melanjutkan dan memperkuatnya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Appi juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Makassar, mulai dari ketimpangan sosial hingga perbaikan fasilitas publik. Menurutnya, masih banyak sekolah dan fasilitas kesehatan yang perlu dibenahi untuk memastikan pemerataan layanan bagi seluruh warga.

“Masih banyak gedung sekolah yang harus kami perbaiki, masih banyak akses kesehatan yang perlu ditingkatkan, dan persoalan sosial yang harus diselesaikan. Semua itu tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tapi melalui kerja bersama,” tegasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version