Indeks
News  

Makassar Darurat Sampah, Dewan Minta Pelayanan Publik Dipercepat

Makassar Darurat Sampah, Dewan Minta Pelayanan Publik Dipercepat
Suasana TPA Antang, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Isu darurat sampah di Kota Makassar kembali terus menjadi perhatian, baik pemerintah kota (Pemkot) Makassar hingga legislatif.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Irwan Hasan, menegaskan pentingnya percepatan layanan publik di tengah persoalan lingkungan yang kian mendesak.

Irwan menilai, kualitas pelayanan publik menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dengan layanan yang cepat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Pelayanan publik tidak boleh lambat. Harus cepat, transparan, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, persoalan sampah disebut masih menjadi pekerjaan besar yang belum tertangani optimal. Irwan mengingatkan bahwa kondisi ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah.

“Persoalan sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari rumah tangga dengan memilah dan mengelola sampah,” ujarnya.

Ia meminta agar pihak Kecamatan Mariso juga membuka ruang partisipasi warga dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Meski begitu, Ia masih melihat kendala seperti keterbatasan akses informasi untuk menjangkau seluruh kondisi di lapangan.

“Kami butuh informasi langsung dari masyarakat. Tidak semua persoalan bisa kami jangkau tanpa laporan warga,” ungkap.

Warga juga didorong memanfaatkan aplikasi Lontara sebagai sarana penyampaian aspirasi dan laporan layanan.

Sementara itu, kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi Makassar mendorong pemerintah kecamatan untuk memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat RT dan RW. Upaya ini diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus mendorong pengelolaan yang lebih efektif.

“Makassar saat ini dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, perlu langkah cepat dan kolaboratif dari semua pihak,” jelasnya.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga dinilai memiliki nilai ekonomi serta dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

error: Content is protected !!
Exit mobile version