kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

LPG 3 Kg Langka di Toraja Utara, Pemkab Siapkan 1.280 Tabung Lewat Pasar Murah

LPG 3 Kg Langka di Toraja Utara, Pemkab Siapkan 1.280 Tabung Lewat Pasar Murah
Situasi operasi pasar murah di halaman Gereja Toraja Rantepao, Rabu (8/7/2026). Dok.Jerni

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Perdagangan kembali menggelar operasi pasar murah LPG 3 kilogram menyusul harga gas subsidi yang tembus Rp40 ribu hingga Rp50 ribu di tingkat pengecer.

Operasi pasar murah tersebut digelar di dua titik kawasan perkotaan Rantepao, Toraja Utara, pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini melibatkan dua agen, yakni PT Sinar Ratte yang menyediakan 760 tabung LPG 3 kg di halaman Gedung Gereja Toraja Jemaat Rantepao, serta PT HM Yunus Kadir yang menyiapkan 520 tabung di Gedung Olahraga (GOR) Rantepao.

Kepala Dinas Perdagangan Toraja Utara, Anton Sulo, mengatakan operasi pasar murah tersebut merupakan langkah pemerintah daerah dalam merespons kelangkaan LPG 3 kg yang masih dirasakan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan sebanyak empat kali karena tingginya kebutuhan LPG 3 kg dalam beberapa waktu terakhir.

Anton menjelaskan, kelangkaan LPG 3 kg di Toraja Utara dipicu meningkatnya penggunaan gas subsidi, terutama karena banyaknya kegiatan adat yang berlangsung di masyarakat.

Sejumlah kegiatan adat seperti Rambu Solo’ dan Rambu Tuka’ disebut turut mendorong tingginya kebutuhan LPG 3 kg, khususnya bagi pelaku usaha makanan, termasuk pembuat kue khas Toraja dan berbagai usaha kuliner lainnya.

Pengawas Perdagangan Muda Dinas Perdagangan Toraja Utara, Harwan Selasa, memastikan operasi pasar murah berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Ia mengatakan, pemerintah membatasi pembelian maksimal dua tabung untuk setiap kepala keluarga dengan syarat menyertakan fotokopi kartu keluarga.

“Situasi aman terkendali tidak ada pengecer yang antri 2 kali kerena kita bagi di 2 titik jadi di pastikan tepat sasaran,” kata Harwan.

Sementara itu, owner PT Sinar Ratte, Matius Lati, mengatakan kelangkaan LPG 3 kg kerap terjadi pada periode tertentu, terutama pada Juni hingga Agustus serta November hingga Januari.

Menurutnya, kelangkaan LPG 3 kg di tengah masyarakat turut mendorong peningkatan penjualan LPG nonsubsidi ukuran 5 kg dan 12 kg.

Matius menyebut, pasokan LPG 5 kg dan 12 kg yang sebelumnya hanya masuk satu mobil dalam sepekan kini meningkat menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan. Setiap pengiriman mencakup sekitar 260 tabung LPG 12 kg dan 100 tabung LPG 5 kg.

“Tabung 12 kilo, dan 5 kilo juga meningkat, yang dulunya hanya 1 kali masuk dalam satu minggu kini masuk 2 sampai 3 kali seminggu,” terang Matius.

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara memastikan operasi pasar murah LPG 3 kg tidak hanya digelar di kawasan perkotaan. Kegiatan serupa akan dilanjutkan secara bergiliran ke kecamatan lain hingga kelangkaan gas tidak lagi berdampak pada masyarakat.

error: Content is protected !!