kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Lansia di Bone Terseret Arus Sungai dan Belum Ditemukan

Lansia di Bone Terseret Arus Sungai dan Belum Ditemukan
tim Basarnas Makassar bersama Rescue Pos SAR Bone melakukan pencarian korban hanyut di sungai ( Dok:Ist)

KabarMakassar.com — Basarnas makassar terjunkan Rescuer Pos Sar Bone dalam pencarian seorang lansia berumur 72 tahun yang hanyut di sungai di Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sabtu (10/05) kemarin.

“Laporan ini diterima di com center Basarnas makassar sekitar pukul 16.00, sehingga tim langsung kami terjunkan personil Pos Sar Bone untuk melakukan pencarian,” ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar sekaligus Sar Mission Coordinator, Muh Arif Anwar, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/05).

Berawal dari laporan Babinsa setempat bahwa seorang petani bernama Masse (72) diduga terseret arus sungai dan belum ditemukan.

“Kronologi singkat bahwa Pada hari Sabtu tanggal 10 Mei 2025 Pukul 11.30 Wita, rombongan petani melintasi sungai Pakkasalo setelah selesai menanam jagung, kondisi sungai saat itu dalam keadaan banjir,” ungkapnya.

Rekan korban sudah melintas lebih dulu sebelum air sungai mulai naik, kemudian korban menyusul melintasi sungai, saat dipertengahan sungai, air semakin deras dan korban tidak mampu bertahan kemudan terseret arus sungai.

“Mirdan (saksi) melihat korban hanyut, berusaha berenang untuk membantu korban namun tidak bisa dijangkau. Telah dilakukan pencarian oleh warga tetapi sampai saat ini belum ditemukan, kemudian meminta bantuan Sar,” bebernya.

Tim Sar Gabungan yang tiba dilokasi langsung melakukan aksi dengan membagi 4 Search and Rescue Unit (SRU), dimana SRU pertama melakukan pencarian dari lokasi kejadian sejauh 6 km dengan menggunakan Drone menuju arah hilir.

Kemudian, Sru kedua melakukan pencarian dengan menggunakan rubber boat sejauh 6 km dari lokasi kejadian menuju arah hilir, lalu Sru ketiga melakukan pencarian dengan berjalan kaki dari lokasi kejadian sejauh 3 km menuju arah hilir sampai ke point B. Dan Sru keempr melakukan pencarian dengan berjalan kaki dari point B sejauh 3 km menuju arah hilir. Namun, memasuki hari kedua pencarian korban belum ditemukan.

“Dengan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, baik dari TNI/Polri, Bpbd, organisasi berpotensi Sar, pemerintah dan masyarakat setempat, semoga korban lekas ditemukan,” tandanya.

error: Content is protected !!