KabarMakassar.com — Pasca terjadinya kebakaran yang melanda pemukiman warga Menteri Sosial, Tri Rismaharini meninjau langsung proses pembangunan rumah warga di kampung Baduy Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (20/1) .
Kebakaran telah menghanguskan 24 rumah warga. Guna melakukan revitalisasi dan membantu korban kebakaran, Kementerian Sosial mengucurkan bantuan sebesar Rp1.001.000.000.
Adapun rincian penggunaan dana bantuan yaitu, untuk pembangunan 24 rumah dimana 1 unit rumah seharga Rp35 juta total anggaran senilai Rp840 juta. Bantuan jaminan hidup selama 3 bulan x 500 ribu total sebesar Rp36 juta dan bantuan stimulan perekonomian Rp25 juta x 5 kelompok sebesar Rp125 juta.
“Bagaimana ada kendala? Berapa lama dibutuhkan waktu untuk membangun rumah seperti ini?” kata Mensos, saat tiba di lokasi perkampungan Baduy.
Tokoh Baduy Dalam, Mursid menjelaskan untuk aktivitas pembangunan rumah diatur berdasarkan waktu tertentu tidak bisa setiap saat.
"Sehingga dari 24 rumah yang dibantu, saat ini proses pembangunan sudah selesai sebanyak 18 unit rumah," terangnya.
Selain melakukan tinjauan pembangunan rumah warga, Risma menyempatkan berbincang dengan Tokoh Adat Badui.
Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija menyampaikan kendala akses jalan di wilayahnya yang belum teraspal. Ia mengaku merasa tidak enak dengan tamu yang datang ke kampungnya, termasuk dengan Mensos dan rombongan karena akses jalan yang berbaya saat hujan.
“Kalau bisa dibantu bu. Kami bisa beli material untuk memperkeras jalan. Supaya lebih nyaman dilintasi warga,” katanya.
Mensos langsung menanggapi permintaan tersebut. Risma menanyakan terkait jumlah biaya yang dibutuhkan dan akan diberikan saat itu juga.
Kendati demikian, Jaro Saija mengaku belum mengetahui pasti berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan jalan.
Setelah berdiskusi sebentar dengan staf, Mensos langsung menyerahkan bingkisan dalam kantung kresek plastik dan menyerahkannya kepada Jaro.
Di hadapan para tokoh, pejabat pemerintah yang hadir, dan warga kampung Baduy, Jaro membuka plastik yang berisi uang bantuan senilai Rp100 juta.
Kepala Desa dan Tokoh Adat Baduy Dalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mensos atas bantuan yang telah diberikan.
"Terima kasih atas bantuan ibu. Sudah jauh-jauh datang dari Jakarta ke kampung Baduy. Sampai di sini memberikan bantuan," katanya.
Sebagai bentuk kehormatan, Mensos menerima pengalungan tenun karya warga Baduy.
Untuk diketahui, urut hadir mendampingi kunker Mensos, Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Syafii Nasution dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putra.













