KabarMakassar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jeneponto terus bergerak masif dalam memperkuat pondasi demokrasi di tingkat pelajar.
Melalui program inovatif “KPU Mengajar”, penyelenggara pemilu ini menyambangi SMK Negeri 8 Jeneponto untuk membekali para pemilih pemula dengan literasi kepemiluan yang komprehensif, Rabu kemarin (21/01).
Program “KPU Mengajar” ini merupakan bagian dari inisiatif pendidikan pemilih terintegrasi yang digagas oleh KPU Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman demokrasi sejak dini bagi generasi muda yang akan pertama kali menggunakan hak pilihnya.
Tiga anggota KPU Kabupaten Jeneponto, yakni Sapriadi S., Arifandi, dan Ilham Hidayat, hadir langsung sebagai narasumber. Mereka didampingi oleh Kasubag Keuangan Umum dan Logistik, Arsyad, beserta jajaran staf sekretariat KPU Kabupaten Jeneponto.
Dalam pemaparannya, tim narasumber memberikan materi mendalam mengenai tugas dan fungsi KPU, esensi pendidikan demokrasi, hingga peran krusial yang dimiliki oleh pemilih pemula dalam menentukan arah bangsa.
“Kegiatan KPU Mengajar merupakan strategi jemput bola kami untuk mendekatkan institusi KPU dengan para pelajar di lingkungan sekolah. Kami ingin menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini. Pemilih pemula memiliki peran strategis, sehingga mereka perlu dibekali pemahaman kepemiluan yang baik,” ujar Ketua KPU Jeneponto, Asming. S Kamis (22/1).
Suasana di SMK Negeri 8 Jeneponto tampak hidup dengan antusiasme para siswa. Interaksi dua arah terjadi secara aktif, di mana para pelajar tidak ragu melontarkan pertanyaan dan berdiskusi kritis mengenai hak serta kewajiban mereka sebagai warga negara dalam pemilu mendatang.
Melalui pendekatan yang dialogis ini, KPU berharap literasi politik para siswa dapat meningkat sehingga mereka tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurut Asming, kegiatan ini juga sekaligus mempertegas komitmen KPU Kabupaten Jeneponto dalam mewujudkan ekosistem pemilu yang partisipatif dan berkualitas.
Dengan menyasar sekolah-sekolah, diharapkan angka partisipasi pemilih di Kabupaten Jeneponto terus meningkat, didorong oleh kesadaran murni dari generasi Z.
“Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang demokrasi, di mana sekolah menjadi laboratorium pertama bagi calon pemimpin masa depan untuk memahami nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam setiap tahapan pemilihan umum,” pungkasnya.
