Indeks
News  

Koalisi Mahasiswa Geruduk Polres Takalar, Protes Kasus Mandek

Koalisi Mahasiswa Geruduk Polres Takalar, Protes Kasus Mandek
(Foto :Dok. KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Suasana depan Mapolres Takalar memanas, Senin siang, saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pembebasan Rakyat menggelar aksi unjuk rasa. Asap pekat dari ban bekas yang dibakar di tengah Jalan Jenderal Sudirman menjadi tanda dimulainya aksi protes terhadap dugaan mandeknya penanganan sejumlah kasus hukum di wilayah tersebut.

“Ada pelanggaran terhadap supremasi hukum di Polres Takalar,” teriak orator aksi, Aditya Chokas, dalam orasinya, Senin (19/05).

Mahasiswa menyoroti beberapa kasus yang dinilai jalan di tempat, termasuk kasus pengeroyokan di Desa Bontomatene dan Desa Lantang. Menurut mereka, para pelaku tidak ditahan, dan proses hukum tak kunjung selesai.

“Ini mencederai rasa keadilan korban dan keluarganya. Di mana kemanusiaan yang adil dan beradab di Polres Takalar?” tambah Chokas yang juga dikenal sebagai pentolan HMI Takalar.

Orator lain, Suardi, turut menuding adanya dugaan praktik kongkalikong dalam penanganan kasus.

“Sudah ada bukti video dalam kasus pengeroyokan itu, tapi aparat lamban menindaklanjuti. Jangan ada permainan di bawah meja!” serunya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, menanggapi bahwa perkara yang dimaksud tidak mandek, melainkan sedang dalam proses penanganan.

“Untuk kasus Bontomatene, statusnya split karena saling lapor. Sementara di kasus Lantang, satu terduga pelaku telah diamankan dan lainnya masih dalam pengejaran,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Akibat aksi unjuk rasa ini, satu lajur Jalan Jenderal Sudirman terpaksa ditutup. Arus lalu lintas dari arah selatan menuju Makassar dialihkan melalui jalan alternatif di depan Kantor Kejaksaan Negeri Takalar.

error: Content is protected !!
Exit mobile version