KabarMakassar.com — Sebanyak 393 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Sulbar) mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, pada pukul 01.22 WITA, Rabu (18/06).
Hal istimewa tampak pada kepulangan kloter 10 dengan keberadaan potongan kain Kiswah.
Ketua kloter 10 UPG, Muhammad Said mengatakan potongan kain Kiswah tersebut merupakan penghargaan dari Rais Syarikah Rakeen (Pimpinan lembaga pengelola/pelayanan jemaah haji Indonesia khususnya Armuzna).
“Potongan kain Kiswah ini adalah bentuk penghargaan Rais Syarikah Rakeen. Ukurannya sekitar 1 meter x 60 cm yang kami bawa ini adalah Kiswah Ka’bah beberapa tahun lalu,” ungkapnya.
Diketahui, Kiswah adalah kain penutup bangunan suci Ka’bah yang terbuat dari sutra hitam murni dengan hiasan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dan disulam dari benang emas dan perak. Kiswah ini diganti pada 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari wukuf di Arafah.
Wakil Bupati Kabupaten Majene, Ritamariani berpesan kepada jemaah agar menjadi teladan dan panutan di tengah masyarakat, serta memperkokoh persaudaraan dan silaturrahmi sebagai wujud keshalehan sosial.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Majene menyambut gembira kedatangan Jamaah Haji kloter 10, olehnya itu saya pesankan agar menjaga nama baik daerah, menumbuhkan berjamah di Masjid dan semakin memperkuat silaturrahmi dan persaudaraan di antara kita,” imbaunya.
“Jadilah teladan dan panutan ditengah-tengah masyarakat. Tingkatkan terus kualitas ibadahnya dengan menumbuhkan kesalehan individu dan kesalehan sosial kita, dan memaksimalkan ibadah wajib dan sunnah,” tambahnya.
Ritamariani meminta jemaah untuk mendoakan Pemerintah Daerah agar sukses dalam mewujudkan program yang telah dicanangkan.
“Mohon doanya, semoga Pemerintah Kabupaten Majene sukses mewujudkan Majene yang maju, mandiri, religius dan berbudaya, serta tetap dalam lindungan Ilahi Rabbi, dan sukses mengayomi masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.
