kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kisruh Pasar Malam Jeneponto, Pengelola Tegaskan Tak Ada Suap-Menyuap

KabarMakassar.com — Aktivitas pasar malam di Kabupaten Jeneponto masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Apalagi beberapa waktu lalu beredar issu yang menuding pihak pasar malam melakukan suap ke beberapa instansi.

Pernyataan itu sontak dibantah tegas oleh pihak pengelola Pasar Malam yang berlokasi di Lapanganan Soeharto Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan

Ketua RMI Night Market selaku Ketua Pengelola, Sulaiman Saputra menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan penyuapan ke beberapa instansi pemerintah.

"Tudingan itu tidak benar. Jadi kami menolak dijustice seperti itu," ucap Sulaiman kepada KabarMakassar.com, Jumat (18/03).

Ia menantang pihak yang menuding perihal suap untuk memberikan bukti atas tuduhan tersebut.

"Mana buktinya dan itu dasarnya dari mana. Apabila ada bukti maka sampaikan dan perlihatkan bukti tersebut," tegasnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak pernah diminta ataupun memberi sejumlah uang sebagai suap ke instansi manapun.

"Jadi kami menegaskan hingga saat ini kami tidak pernah memberi atau dimintai aparat setempat apalagi memberi suap. Baik Lurah, Camat, Kapolsek hingga Danramil dan Kapolres," terangnya.

Ia mengaku pihaknya memang membayar pungutan setiap malam, namun dana tersebut untuk swadaya para pedagang.

"Itu pun diperuntukkan pekerja pembersih lapangan dan biaya pencahayaan yang digunakan pada saat kegiatan berlangsung," bebernya.

Sulaiman mengaku menyayangkan ada masyarakat atau oknum lembaga maupun profesi yang menuduh tanpa adanya bukti.

"Ya, merasa iba, mestinya mereka diapresiasi karena sudah membantu," cetusnya.

Sementara itu, Daeng Kebo salah seorang pedagang di mengatakan, pemerintah banyak membantu usahanya.

"Kami merasa terbantu dan mengucapkan rasa terimah kasih kepada pemerintah karena sudah memberi kelonggaran usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami," ujarnya.

Apalagi di masa pandemi ini perekonomian masyarakat masih tebilang sulit.

"Kita butuh biaya pak untuk memasuki bulan ramadhan karena kami lagi butuh biaya yang lebih lagi pak," akunya.

error: Content is protected !!