Indeks
News  

Kemenag Sulsel Latih Penyuluh Agama Jadi Konten Kreator

Kemenag Sulsel Latih Penyuluh Agama Jadi Konten Kreator
Coaching Klinik Penyuluh Agama Islam Belajar Konten Kreator (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Kemenag Sulsel) melatih para penyuluh agama Islam menjadi konten kreator lewat kegiatan “Coaching Klinik Pembuatab Konten Digital Inklusif dan Transformatif bagi Penyuluh Agama Islam” pada Kamis (17/07).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulsel ini diikuti 30 penyuluh agama Islam yang berasal dari 7 kabupaten kota dan tim provinsi.

Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, Sawedi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi regulasi baru dari Dirjen Bimas Islam, yang menekankan pentingnya penyuluhan agama melalui media sosial sebagai sarana utama komunikasi di era digital.

Pelatihan ini menghadirkan para praktisi profesional sebagai narasumber, yakni, Alwiyah Nur Syarif dengan materi membedah cara berkomunikasi efektif yang menyentuh hati, Nursati Octavana – mengungkap rahasia menciptakan konten edukatif yang menarik dan penuh nilai, serta Ade Irma Suriyanti – membangkitkan semangat melek teknologi di kalangan penyuluh.

Para peserta diajak tidak hanya belajar, tapi langsung praktik membuat konten, mulai dari merancang ide, menulis naskah, hingga menyampaikan pesan yang kuat melalui format digital yang variative.

“Penyuluh zaman now harus mampu memanfaatkan berbagai plat form media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook dan YouTube sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan agama kepada umat,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, Mulyadi Iskandar menjelaskan bahwa penyuluh harus menjadi influencer kebaikan yang bisa menyapa umat.

Kegiatan ini diharapkan bukan sekadar pelatihan teknis, namun menjadi pintu masuk menuju peradaban dakwah yang lebih relevan, adaptif, dan menjangkau lebih luas, dari pelosok desa hingga layar kaca smartphone generasi muda.

“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang melakukannya,” sebutnya, mengutip Hadist Riwayat Muslim.

Ia juga menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai penjaga dan penyebar nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, melalui media yang disukai masyarakat saat ini yakni konten digital.

“Kita harus bisa menyampaikan nilai-nilai agama lewat bahasa yang dipahami generasi masa kini. Semua kegiatan keagamaan harus mampu hadir di tengah masyarakat melalui media sosial, video pendek, podcast, hingga tulisan-tulisan yang menyentuh,” pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version