KabarMakassar.com — Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, bermain, dan mengembangkan potensi sesuai keunikannya.
Semangat itulah yang dihadirkan KB-TK Islam Athirah Makassar melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang mengusung tema “Anakku dan Keunikannya” pada Kamis (23/7).
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa tidak ada anak yang sama. Setiap anak lahir dengan karakter, bakat, minat, serta cara belajar yang berbeda.
Karena itu, lingkungan sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar setiap anak dapat bertumbuh sesuai potensinya tanpa harus dibandingkan dengan orang lain.
Sebagai wujud dari semangat tersebut, KB-TK Islam Athirah Makassar mengajak seluruh murid menuliskan cita-cita mereka untuk ditempelkan pada Pohon Impian.
Kegiatan sederhana ini menjadi simbol bahwa setiap mimpi anak layak didengar, dihargai, dan didukung sejak usia dini.
Satu per satu murid maju didampingi guru sambil menempelkan secarik kertas berisi cita-cita mereka.
Beragam impian pun menghiasi Pohon Impian, mulai dari dokter, dokter spesialis, guru, polisi, tentara, pemadam kebakaran, pilot, arsitek, pemain sepak bola, pembalap, hingga berbagai profesi lainnya. Keragaman pilihan tersebut mencerminkan keunikan setiap anak dalam memandang masa depannya.
Guru KB-TK Islam Athirah Makassar, Nurnasra, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menguatkan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang berpihak pada anak.
“Melalui kegiatan ini kami mengajak murid menuliskan cita-cita yang kemudian ditempelkan di Pohon Impian. Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak,” ucapnya.
“Yang tidak kalah penting adalah menghargai hak anak untuk bermain sehingga seluruh aspek perkembangannya dapat tumbuh secara optimal. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah anak, dan membuat mereka bermain serta belajar dengan bahagia,” tambahnya.
Di antara puluhan impian yang tergantung di Pohon Impian, Ahmad Kalief dengan penuh semangat menyampaikan cita-citanya ingin menjadi pemadam kebakaran.
“Ummi, Kalief mau jadi pemadam kebakaran,” ucapnya.
Peringatan Hari Anak Nasional di KB-TK Islam Athirah Makassar ditutup dengan sesi foto bersama di depan Pohon Impian.
Lebih dari sekadar dokumentasi, momen tersebut menjadi simbol bahwa setiap anak berhak memiliki mimpi, sementara tugas orang dewasa adalah menjaga agar harapan-harapan itu tetap hidup dan memiliki kesempatan untuk diwujudkan.













