KabarMakassar.com — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan Rudy F. Sianturi melakukan audiensi dengan Bupati Maros Chaidir Syam guna memperkuat sinergitas dan mendorong percepatan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka di wilayah Kabupaten Maros.
Audiensi berlangsung di Kantor Bupati Maros, Senin (tanggal kegiatan), dan turut dihadiri oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Sulsel, Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Kepala Rutan Kelas I Makassar, serta Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Maros.
Dalam pertemuan tersebut, Rudy menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mendukung transformasi program pemasyarakatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Hukum dan HAM kini telah bertransformasi menjadi tiga kementerian terpisah—yakni Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan—yang di daerah dikelola oleh empat Kantor Wilayah sesuai fungsi masing-masing.
“Transformasi kelembagaan ini bertujuan memperkuat pelayanan publik agar lebih fokus, efektif, dan berdampak nyata,” ujar Rudy.
Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI dan menyesuaikan dengan pemberlakuan KUHP baru yang mengedepankan alternatif pemidanaan, Rudy mengungkapkan bahwa Kanwil Ditjenpas Sulsel mengusulkan percepatan pembangunan Lapas Terbuka di Kabupaten Maros.
Adapun lokasi yang direncanakan seluas 10 hektare telah direkomendasikan oleh Gubernur Sulsel sebagai kawasan strategis untuk pengembangan program pembinaan warga binaan berbasis pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan.
“Kami memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maros, khususnya percepatan proses hibah lahan dan penerbitan sertifikat pengalihan fungsi,” lanjut Rudy.
Upaya ini, katanya, merupakan bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Sulsel dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama reformasi pembinaan yang inklusif dan terintegrasi dengan pembangunan daerah.
Merespons hal tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Lapas Terbuka. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pembangunan Maros yang menekankan kolaborasi serta pemberdayaan masyarakat, termasuk warga binaan.
“Kami berharap Lapas Terbuka nantinya bisa menjadi pusat rehabilitasi sekaligus pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan pertanian dan industri kecil berbasis potensi lokal,” ujar Chaidir.
Dengan semangat kolaboratif yang tercermin dalam audiensi ini, pembangunan Lapas Terbuka di Kabupaten Maros diharapkan dapat segera terealisasi sebagai model pemasyarakatan modern yang humanis, produktif, dan kontributif terhadap pembangunan daerah serta proses reintegrasi sosial warga binaan.













