KabarSelatan.id — Jelang Pelaksanaan kontestasi Politik tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto menggelar dialog kepemiluan bersama Organisasi Kepemudaan.
Acara sederhana itu pun yang digelar di Caffe O, Jalan Lingkar, Binamu, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/11) malam.
Sejumlah narasumber hadir dalam acara yang bertajuk " Peran Pemuda Dalam Politik Menuju Pemilu 2024 Yang Inklusif". Seperti, Dr. Sakaria to Anwar, M.Si (Dosen dari Sosiolog Fisip Unhas), Dr.Muhammad Syukur, M.Si (Wakil Dosen I Fis Unhas).
Sedangkan dari KPU sendiri dihadiri oleh Ketua KPU Jeneponto, Muhammad Alwi, S.Ag. M.Pd bersama Supriadi, S. Kep, M.Kes (Anggota KPU Jeneponto) dengan sejumlah Jajaran KPU lainnya. Sementara Arsyad, S.Kom, MM ditunjuk sebagai moderator.
Sapriadi. S menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pendidikan politik yang berkaitan dengan peran pemuda dalam menuju pemilu inklusif.
"Kita harapkan teman-teman organisasi kepemudaan ini terlibat langsung dalam proses dengan tahapan dan ikut serta membantu penyelenggara Pemilu. Baik KPU dan Bawaslu untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara masyarakat memahami proses tahapan dan pemilu," jelasnya kepada Kabarselatan.id.
Oleh karena itu, pria yang kerap disapa Adi ini mengatakan dengan adanya forum dialog ini sehingga pelaksanaan pemilu akan sukses digelar.
"Kita harapkan berjalan sukses dan lancar serta melahirkan pemimpin-pemimpin yang peduli dengan segala kepentingan masyarakat," harapnya.
Adi membeberkan kegiatan ini melibatkan puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tersebar di Butta Turatea.
"Kurang lebih 60 orang dari berbagai unsur kepemudaan yang terdiri dari Ketua dan Sekertaris. Sesuai dengan undangan ada 20 OKP yang kita peroleh dari Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jeneponto," bebernya.
Rencananya, kita akan mengajak teman organisasi kepemudaan untuk ikut terlibat nantinya dalam proses rekruitmen Adhoc.
"Kami persilahkan kepada teman-teman untuk mempersiapkan kader-kadernya agar ikut terlibat dalam proses dan tahapan lainnya," terang Adi.
Bukan hanya itu saja, kata Adi, kegiatan serupa juga pernah dilakukan sebelumnya yakni segmen perempuan yang dihadiri oleh 100 perempuan. Terlebih pendidikan politik bagi kaum disabilitas.
Selain itu pula, pihaknya juga menyiapkan segment pemilih pemula bagi siswa siswi dan segmen marginal yang akan kita lakukan pendidikan politiknya di pulau Libukang.
Jadi semua segmen, akan kita lakukan pendidikan politik, sosialisasi tentang kepemiluan sampai kampanya berakhir," kata ketua KPU tadi dan akan dilakukan secara berbeda-beda," katanya.
Bahkan, sambung Adi, kegiatan ini juga akan melibatkan media.
"Insha Allah, kemungkinan besar Minggu depan jika juknis Adhoc sudah keluar maka kami akan melakukan dialog bersama dengan teman-teman media dengan kegiatan yang sama dengan dialog malam ini," pungkasnya.














