KabarMakassar.com — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengingatkan masyarakat agar memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi peristiwa kebakaran.
Edukasi ini dinilai penting untuk meminimalkan korban jiwa saat kebakaran, mengingat banyak korban kebakaran justru terjadi akibat kepanikan dan kesalahan prosedur saat evakuasi di lokasi.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadhli Wellang, menyebut bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan harta benda.
“Segera evakuasi diri lewat jalur aman. Jangan kembali ke lokasi kebakaran hanya untuk mengambil barang, karena nyawa jauh lebih berharga,” tegasnya, Kamis (19/02).
Ia menjelaskan, saat proses evakuasi, masyarakat diminta menggunakan tangga darurat jika berada di gedung bertingkat. Lift tidak boleh digunakan karena berisiko terjebak ketika listrik padam atau sistem terganggu akibat kebakaran.
Selain evakuasi cepat, perlindungan saluran pernapasan juga menjadi faktor krusial. Asap kebakaran mengandung gas beracun yang bisa menyebabkan sesak napas hingga hilang kesadaran dalam waktu singkat.
“Tutup hidung dan mulut dengan kain basah. Jangan hirup udara secara langsung karena asap lebih berbahaya daripada api itu sendiri,” tegasnya.
Fadhli juga mengingatkan warga untuk mematikan instalasi listrik maupun gas apabila kondisi masih memungkinkan dan aman dijangkau. Langkah ini penting untuk mencegah ledakan maupun meluasnya kobaran api.
Namun ia menegaskan, masyarakat tidak boleh menyiram air pada sumber api yang berasal dari instalasi listrik.
“Jangan pernah siram air ke listrik yang terbakar, itu bisa menyebabkan sengatan listrik,” katanya.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera melaporkan kejadian ke layanan Damkar Makassar di nomor 0811-410-113 atau mendatangi pos pemadam terdekat agar penanganan bisa dilakukan cepat.
Kemudian, Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian warga yang justru sibuk merekam saat kebakaran terjadi. “Jangan sibuk selfie atau merekam. Ini situasi darurat, bukan tontonan,” tegas Fadhli.
Hal lain yang tak kalah penting adalah memberikan akses seluas-luasnya bagi armada pemadam saat tiba di lokasi.
Menurutnya, keterlambatan penanganan sering terjadi karena kendaraan petugas terhambat kerumunan warga maupun parkir liar di sekitar lokasi kebakaran.
“Bantu petugas dengan membuka akses jalan. Semakin cepat armada masuk, semakin besar peluang api bisa dikendalikan,” tukasnya.
