KabarMakassar.com — Ikatan pemuda pelajar mahasiswa Simbuang Mappak (IPPEMSI) Makassar menggelar pelatihan jurnalistik yang dikemas dengan program sekolah jurnalistik di laksanakan pada tanggal 28 Mei dan 1 Juni 2022 di kesekretariatan IPPEMSI Makassar.
Sekolah jurnalistik IPPEMSI ini merupakan bentuk pelatihan bagi anggota agar mampu mengembangkan potensi dalam bidang jurnalistik, selain itu para peserta juga mampu mengenal lebih jauh proses atau cara cara kerja para awak media baik di kantor Newsroom nya maupun bekerja di lapangan sebagai reporter.
Salahsatu pengurus IPPEMSI Makassar yang juga moderator dalam kegiatan sekolah jurnalistik yakni Dominikus Yogi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari konsep IPPEMSI Makassar untuk mengenal lebih jauh proses dari tugas-tugas jurnalis dan juga manajemen keredaksian. Apalagi saat ini media penting sebagai alat bagi kami untuk menyuarakan aspirasi dan pendapat dan gagasan kami kepada publik.
"Bersyukur hari ini kami bisa diberi ruang oleh Kabar Makassar dan mendatangkan langsung Direktur nya, apalagi saat ini kita lihat Kabar Makassar sebagai media yang kerap memberi ruang bagi suara minoritas dan menyuarakan apa yang tak pernah disuarakan. Untuk itu kami punya anggota yang ikut sekira 30-an dan terbagi kelompok dalam kegiatan sekolah jurnalistik di IPPEMSI Makassar," kata Yogi sapaan akrabnya.
Yogi yang juga pengurus Bidang Media IPPEMSI menambahkan jika materi sekolah jurnalistik melingkupi Dasar Jurnalistik, Teknik Dasar Penulisan hingga praktek kerja Newsroom.
"Meski tergolong singkat tapi ini bagian dari cukup untuk mengenali dasarnya, sesuai arahan pematerinya nanti berkelanjutan dan terus mengasah kemampuan dasar atau pemula hingga mampu mandiri dalam mengembangkan bakat dari kami-kami yang mengikuti pelatihan ini," pungkas Yogi.
Sementara itu Jeje mengaku senang bisa mengikuti sekolah jurnalistik IPPEMSI dari 28 Mei hingga 1 Juni 2022. Ada hal yang menarik dalam pelatihan jurnalistik ini karena membuat kita penting memperhatikan konsep penulisan isi berita hingga judul, jurus klasik dari dasar jurnalistik 5W+1H memang menjadi rumus yang mengikat untuk dipedomani sebagai pemula.
"Bersyukur mendapat kesempatan yang luar biasa, apalagi konsep dan gaya penulisan yang diterapkan memang sangat dasar, berharap ini terus berlanjut agar minat dan bakat kami bisa terus kami asa, sehingga bisa jadi jurnalis yang profesional dan memiliki integritas yang tinggi. Hal ini juga bagian dari edukasi yang diberikan kakak Fritz untuk kami," ujar Jeje.
Sementara itu Fritz V Wongkar selalu mentor dalam sekolah jurnalistik ini berharap, apa yang telah diberikan adik-adik menjadi bekal untuk masa depan. Hal ini menyangkut pemahaman tentang jurnalisme itu sendiri, dan juga konsep dalam memanajemen sebuah organisasi dalam hal ini yang digeluti para peserta.
"Muaranya ini bisa menjadi seorang pemimpin yang memiliki integritas tinggi, untuk itu sekolah jurnalistik di IPPEMSI Makassar ini terus kita dorong agar menjadi pemuda dan pelajar yang mandiri. Mahasiswi yang melek akan teknologi digital dan mampu bersaing nantinya. Sepakat untuk membentuk karakter yang mandiri, dari sekolah jurnalistik ini selain belajar menulis berita, mengolah dan menyampaikan informasi juga punya kemampuan menjadi pemimpin yang memiliki tanggung jawab dalam bekerja tim karena seorang jurnalis yang baik memiliki tim yang kompak dan solid hingga menghasilkan karya untuk masyarakat banyak," ujar Fritz yang juga direktur Kabar Makassar.
Lanjut Fritz mengatakan antusias para peserta dari sharing session ini sangat baik, dimana salah satu peserta Natalia bertanya mengenai penggunaan bahasa dalam menulis berita. Ia menyampaikan bagaimana dalam kutipan isi berita ada yang menggunakan bahasa sehari-hari dari narasumber.
Hal yang dari pertanyaan mewakil respon yang baik dan jelas paham akan teknis kerja kerja jurnalis. Pemahaman yang dipertanyakan Natalia jelas mengarah kedalam teknis penulisan isi berita.
"Ini menarik karena pertanyaan dari peserta tadi luarbiasa, karena langsung ke teknis penulisan berita, isi berita sekaitan dengan narsumnya menggunakan bahasa sehari-hari. Itu sah-sah saja dan wajar untuk Narsumnya menggunakan bahasanya, dan itu tidak apa-apa karena bisa diapahmi dan bisa diberikan penjelasan juga, intinya dari kelas ini sudah cepat menerapkan kerja-kerja jurnalis," cetus Fritz.
Fritz berharap kerja sama untuk mengembangkan potensi anak muda saat ini terus didorong. Bersyukur bahwa saat ini banyak ruang pelajar, pemuda dan mahasiswa mengembangkan bakatnya dan teralihkan dari hal-hal negatif.
"Maaf saya sita waktu malamnya, termasuk mulai malam minggunya nanti, karena kelas atau sekolah Jurnalistik ini merupakan ide-ide yang baik dari anak IPPEMSI itu sendiri. Ini sebuah contoh yang kreatif dan arahnya sudah sangat baik berorganisasi, saya pun salut dari pengurus ini," tutup Fritz.
Usai membawakan materi di Sekolah Jurnalistik IPPEMSI Makassar, dilanjutkan penyerahan cinderamata kepada kakak Fritz V WongkarI dari Kabar Makassar selaku narasumber oleh sekertaris IPPEMSI MAKASSAR Daniel Grand Saputra kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.














