KabarMakassar.com — PT Nindya Karya (Persero) menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas insiden yang terjadi di area proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (28/5). Peristiwa tersebut menyebabkan dua anak meninggal dunia.
Insiden itu terjadi di kawasan proyek Sekolah Rakyat, tepatnya di area galian bio septic tank. Saat kejadian, disebut tidak ada aktivitas konstruksi karena proyek sedang dalam masa libur Hari Raya Idul Adha.
Site Operational Manager Sekolah Rakyat Takalar, Putu Sumantra, mengatakan pihak proyek bersama aparat setempat langsung melakukan langkah koordinasi setelah mengetahui peristiwa tersebut.
Menurutnya, tim proyek bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera melaporkan kejadian, melakukan pendampingan kepada keluarga korban, serta membantu proses penanganan di lokasi.
“Tim proyek bersama aparat setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera melaporkan dan melakukan koordinasi serta pendampingan kepada keluarga korban, bahkan membantu proses penanganan di lokasi kejadian,” kata Putu, Selasa (2/6).
Putu menjelaskan, area kejadian kini telah diamankan dan dipasangi garis polisi untuk mendukung proses investigasi yang masih berlangsung oleh pihak berwenang.
Ia menegaskan, PT Nindya Karya bersikap kooperatif dan mendukung penuh seluruh proses investigasi guna mengetahui kronologi serta faktor penyebab kejadian secara menyeluruh.
“Saat ini area kejadian telah diamankan dan dipasangi garis polisi guna mendukung proses investigasi yang masih berlangsung oleh pihak berwenang. PT Nindya Karya juga terus kooperatif mendukung penuh seluruh proses investigasi untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi dan faktor kejadian,” ujarnya.
Perusahaan, kata Putu, menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang tidak diinginkan tersebut. Saat ini, pihaknya fokus memberikan dukungan kepada keluarga korban serta bekerja sama dengan pihak terkait.
“Kami turut prihatin dan saat ini fokus memberikan dukungan serta bekerja sama penuh dengan pihak terkait dalam proses investigasi. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi perhatian serius perusahaan untuk penguatan pengamanan area proyek ke depan,” pungkasnya.
Putu juga menambahkan, pihak perusahaan telah menyerahkan santunan uang duka kepada keluarga atau orang tua kedua korban.
“Santunan uang duka sudah kami berikan kepada pihak keluarga atau orang tua kedua korban sebanyak Rp100 juta,” tutupnya.















