kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Infrastruktur Adaptif Masuk Prioritas Pembangunan Sulsel

Infrastruktur Adaptif Masuk Prioritas Pembangunan Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan pembangunan infrastruktur adaptif sebagai fokus utama dalam dokumen RPJMD 2025–2029.

Pembangunan ini diarahkan untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun daya tahan wilayah terhadap bencana dan perubahan iklim.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan bahwa infrastruktur tidak boleh eksklusif bagi daerah maju saja.

Pemerataan pembangunan menjadi target utama agar semua lapisan masyarakat bisa mengakses layanan dasar yang layak.

“Melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujar Andi Sudirman dalam rapat paripurna penyampaian Ranperda RPJMD 2025–2029 di DPRD Sulsel, Senin (07/07).

Menurut Andi Sudirman, pembangunan jalan penghubung antardesa, sistem irigasi pertanian, dan fasilitas air bersih akan menjadi prioritas utama. Hal ini untuk memastikan keseimbangan pembangunan antara wilayah selatan, tengah, dan utara Sulsel.

Dia juga menyinggung pentingnya aspek ketangguhan. Infrastruktur tidak hanya harus fungsional, tetapi juga mampu menghadapi tantangan alam seperti banjir, longsor, dan perubahan iklim ekstrem.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menunjang konektivitas dan ekonomi, tapi juga menyelamatkan dan melindungi masyarakat dari risiko bencana,” kata Andi Sudirman.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat pembangunan infrastruktur digital. Internet dan akses teknologi informasi akan didorong ke wilayah-wilayah tertinggal, agar tidak tertinggal dalam transformasi digital nasional.

“Kami mendorong agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk di desa-desa, bisa menikmati manfaat teknologi. Maka perlu infrastruktur digital yang merata,” tambahnya.

Pemprov Sulsel juga akan menggandeng sektor swasta dan dunia usaha dalam pembangunan ini, termasuk skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek-proyek strategis.

Andi Sudirman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur lima tahun ke depan akan sangat bergantung pada sinergi antar-instansi dan partisipasi masyarakat.

“Perencanaan yang matang ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan semua pihak. Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan swasta harus bekerja sama,” pungkasnya.

error: Content is protected !!