kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Haul AGH Sanusi Baco, Sosok Teladan yang Terus Hidup di Hati

Haul AGH Sanusi Baco, Sosok Teladan yang Terus Hidup di Hati
Dok. Ist. AGH Sanusi Baco

KabarMakassar.com — Haul ke-4 Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco ke-4 berlangsung di pesantren Nahdlatul Ulum, Soreang, Kecamatan Lau, Maros pada Selasa (27/05).

Peringatan haul AGH Sanusi Baco ke-4 tahun dirangkaikan dengan Milad ke-23 dan penamatan santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum.

Acara ditutup dengan launching buku biografi AGH. Sanusi Baco berjudul “Anregurutta Pewaris Nabi”.

AGH Sanusi Baco merupakan Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015.

AGH Sanusi Baco adalah salah satu dari sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang pada tahun 2015.

Selain itu, ia juga merupakan pemimpin spiritual masyarakat di Sulawesi Selatan, yaitu Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan.

Anre Gurutta juga dipercaya sebagai Ketua MUI Sulawesi Selatan dan Ketua Umum Yayasan Masjid Raya Makassar.

Ia aktif mengasuh Pesantren Nahdlatul Ulum, salah satu pesantren milik Nahdlatul Ulama di Kabupaten Maros.

Gelar Anregurutta pada Sanusi Baco dalam masyarakat Bugis Makassar adalah istilah yang ditujukan kepada tokoh ulama yang telah menempati status sosial yang sangat tinggi dan telah mendapat tempat serta kedudukan terhormat.

AGH Sanusi Baco wafat pada 13 Mei 2021 silam.

Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengungkap pengalaman bersentuhan dengan AGH. Sanusi Baco.

“Gurutta Sanusi Baco adalah ulama yang diterima oleh semua kalangan. Dakwahnya menyejukkan, ilmunya mendalam, dan keteladanannya hidup terus di hati umat,” ungkapnya

“Karena itu, saya menganggap haul Gurutta itu setiap hari yakni dengan terus mengirimkan doa dan Al-Fatihah setiap selesai Salat Subuh sebagai wujud cinta dan penghormatan kita kepada beliau,” sebutnya.

“Saya tidak akan pernah lupa dengan Gurutta. Makanya, kepada anak-anakku santri dan kepada kita semua jangan berhenti mendoakan,” pesannya.

Kakanwil Ali Yafid, menyampaikan terima kasih kepada pesantren Nahdlatul Ulum yang telah membantu Kemenag, memfasilitasi mendidik masyarakat dan anak mengenal ajaran agama dengan baik.

“Kalau mau lihat anak kita baik, jangan lihat yang diajarkan di pesantren itu ilmu guru, tapi pahami bahwa yang diajarkan itu ilmunya Allah,” tutupnya.

Loading

error: Content is protected !!