KabarMakassar.com — Ramai beredar video Gubernur Sulsel yang menyinggung terkait keinginan warga Rampi yang ingin memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Luwu Timur di Malili Kamis, 12 Mei 2022 kemarin.
"Sama yang ke Rampi, saya sampaikan tadi Luwu Utara, katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini? kenapa tidak sekalian keluar dari Indonesia, gitu kan?" ucap Andi Sudirman Sulaiman dalam potongan vidio sambutan pada Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur di Malili, Kamis (12/05).
"Kita bukan tidak membangun Ndak kenapa panjangnya tentu kita bertahap kemampuan keuangan wilayah ini tidak sekuat yang kita fikirkan kalau kali kalinya itu ke rampi itu 80 kilo saya sudah cek. Anggaran kita kasih anggaran ke teman-teman TNI untuk buka akses saja, tapi tunggu pak. Perintisan jalan ke wilayah lain oke pak tapi kalau pembukaan jalan ke rampi pak, dibuka 1 Kilo pak tertutup 1 kilo digali lagi 1 kilo tertutup lagi di belakang kenapa? Karena labil. Saya instruksikan sekarang, oke desain sekarang. Saya tidak pernah mau berhenti. Desain saya meminta Luwu Utara, Ibu desain bagaimana penguatan tebing, bagaimana penguatan saluran dulu lah," sambungnya.
Hingga kini video berdurasi 56 detik tersebut viral dan banyak diteruskan ke grup WhatsApp dan menuai berbagai komentar dan tanggapan.
Salah satunya dari Direktur Partisipasi Politik Masyarakat Adat, Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Abdi Akbar yang turut menyayangkan pernyataan Gubernur Sulsel tersebut.
Pihaknya menilai penyataan Gubernur Sulsel tersebut justru menjadi bentuk ketidakseriusan dan ketidakpahaman seorang Kepala Daerah tentang situasi diskriminasi pembangunan yang dialami warga Rampi sehingga mereka ingin pindah secara administratif ke Sulawesi Tengah.
"Kita menyayangkan statement Gubernur Andi Sudirman dalam merespon keinginan masyarakat Rampi untuk pindah secara administratif ke Sulawesi Tengah. Itu adalah bentuk ketidakseriusan dan ketidakpahaman seorang gubernur tentang situasi diskriminasi pembangunan yang dialami oleh warganya selama ini," ungkapnya, Jumat (13/05).
Pria yang juga merupakan Wija To Luwu tersebut menjelaskan hingga saat ini sejak Indonesia didirikan, warga Rampi belum sepenuhnya merasakan dan menikmati pembangunan seperti kebanyakan daerah lainnya di Sulsel seperti akses jalan darat yang berdampak pada layanan pendidikan dan kesehatan.
Pihaknya pun menganggap, keinginan warga Rampi yang ingin pindah ke Sulawesi Tengah harusnya direspon dengan kebijakan pembangunan oleh Gubernur Sulsel bukan malah mengeluarkan pernyataan yang menyuruh warga Rampi keluar dari Indonesia.
"Jadi ketika warga Rampi menyampaikan keinginannya untuk pindah administrasi pemerintahan ke Sulawesi Tengah, itu harusnya gubernur malu dan meresponnya dengan kebijakan pembangunan bukan malah menyuruh orang Rampi keluar dari Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib mengklarifikasi vidio yang ramai beredar tersebut. Ia mengatakan bahwa pernyataan Andi Sudriman yang dipotong dalam bentuk video itu sepenggal-sepenggal dan tidak utuh.
“Tidak seperti itu konteksnya. Hanya bercanda dan dalam rekaman utuh kemudian Pak Gub meminta kepada Indah bupati Lutra berapa anggarannya karena Provinsi bisa memberikan bantuan keuangan,” ujar Sultan Rakib.
Atmosfer atau suasana ruangan paripurna DPRD Lutim saat penyampaian itu riang gembira. Tidak ada sama sekali maksud yang tersirat sebagaimana yang viral.
Jadi, sekali lagi, Sultan mengatakan, secara konteks tidak relevan bahwa gubernur menyampaikan hal tersebut secara serius. “Justru Pak Gub siap membantu melalui bantuan keuangan. Karena ini (jalan) bukan tanggung jawab atau kewenangan pemprov tapi ini kabupaten. Tapi bapak gub siap bantu melalui bantuan keuangan,” jelasnya.
Ia menuturkan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman dalam arahannya secara jelas mengatakan, akan mengalokasikan untuk pembukaan lahan di Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara.
Meski pun itu kewenangan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, komitmen Gubernur Andi Sudirman ditegaskan pada acara 23 Tahun Kabupaten Luwu Utara, Kamis, 12 Mei 2022 lalu.













