KabarMakassar.com — Ketegangan sosial yang merebak di sejumlah daerah pasca demonstrasi besar di Jakarta dan Makassar langsung disikapi cepat oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Tak menunggu eskalasi terjadi, Bupati menggelar pertemuan terbuka dengan perwakilan mahasiswa dan pemuda Gowa di Kedai Almaidah, Sungguminasa, Sabtu (30/8).
Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah preventif agar Gowa tetap aman dan tidak terseret dalam arus aksi anarkis seperti yang melanda kota-kota lain beberapa hari terakhir.
“Saya menerima sejumlah perwakilan mahasiswa dan pemuda untuk datang berdialog mengenai situasi terkini. Pertemuan ini menjadi wadah mendengarkan aspirasi generasi muda sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga Gowa tetap damai dan aman,” ujar Husniah Talenrang, Minggu(31/08).
Husnia Talenrang menegaskan bahwa aksi protes merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun harus ditempuh dengan cara yang tertib. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan nilai gotong royong dan budaya sipakatau yang menjadi identitas Kabupaten Gowa.
“Perbedaan pendapat itu wajar, tapi mari kita jaga cara menyampaikannya agar tidak melukai satu sama lain. Karena kita memegang prinsip yang sama. Mannamo ronrong linoa, gesara’ butta maraeng. Tau Gowayya Siama’-ama’ tonji. A’bulo sibatang, accera’ sitongka-tongka,” ucapnya menegaskan.
Menurut Husniah, Gowa adalah rumah bersama yang tidak boleh tercabik oleh provokasi. “Assamaturu’ki ngaseng,” tambahnya.
Gerak cepat Bupati juga diwujudkan dengan melibatkan mahasiswa dan pemuda sebagai mitra kritis pemerintah. Ia menegaskan bahwa aspirasi dan ide generasi muda sangat dibutuhkan, namun harus disampaikan dengan cara bermartabat.
“Mahasiswa dan pemuda adalah mitra strategis. Suara mereka dibutuhkan, tapi harus tetap menjunjung martabat. Hindari provokasi,” katanya.
Perwakilan mahasiswa pun memanfaatkan forum untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari isu pendidikan, kebutuhan ruang dialog, hingga masalah sosial. Bupati menyambut baik dan memastikan akan menindaklanjuti bersama perangkat daerah terkait.
Gerak cepat itu mendapat dukungan dari aparat kepolisian. Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, yang turut hadir dalam forum, menyampaikan permintaan maaf atas keresahan yang ditimbulkan akibat kerusuhan di daerah lain. Ia menegaskan kepolisian akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Atas nama kepolisian, saya menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Kami hadir bukan hanya sebagai pengayom hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Gowa,” ucapnya.
Ia menambahkan, Polres Gowa akan terus memperkuat komunikasi dengan mahasiswa dan pemuda untuk mencegah potensi konflik. “Mari kita jadikan forum seperti ini sebagai jalan untuk mencari solusi, bukan jalan untuk menimbulkan perpecahan,” tegas Kapolres.
