KabarMakassar.com — Maros tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Namun juga menghadirkan produk khas daerah seperti roti Maros yang menggugah selera.
Roti Maros menjadi produk khas daerah dari Kabupaten Maros yang digandrungi oleh masyarakat sebagai oleh-oleh ketika berkunjung ke daerah ini.
Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh tim asesor UNESCO adalah Roti Maros Salenrang.
Hal tersebut menjadi rangkaian penilaian revalidasi Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark, terutamanya kunjungan ke kawasan Salenrang pada akhir Juli 2026.
Dengan status kawasan Geopark Global tersebut mampu memberikan dampak positif untuk perkembangan sentra ole-oleh dan wisata lokal.
Pemilik Roti Maros Salenrang, Muhammad Reski, mengungkapkan, bahwa makanan khas ini patut mendapat sorotan, terkhususnya karena mengangkat potensi daerah.
Ia membeberkan, nama Salenrang diambil dari nama desa di Maros. Tujuannya, agar kampung halaman di Maros menjadi semakin terkenal.
Reski menyebut, usai pandemi Covid-19, roti Maros Salenrang pertama kali memberikan konsep rest area kepada masyarakat.
“Dari tahun 90 an, 2000 an, orang terdahulu awalnya memakai ruko atau outlet,” ucapnya, Rabu (29/07).
Lebih lanjut Reski mengatakan, jika ia terinspirasi saat melakukan perjalanan ke Jawa. Disana saat menaiki bus ia pun singgah di rest area. Dari sanalah tercetus ide untuk membuat hal yang serupa.
Reski memulai dengan mendirikan
gazebo, parkiran, tempat makan, yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan.
“Sekarang orang memiliki waktu yang terbatas, semuanya jadi lebih cepat, karena orang sibuk semua, butuh one stop, satu kali singgah. Sehingga mereka bisa istirahat, makan, shalat, beli oleh-oleh. Jadi tidak singgah-singgah lagi,” terangnya.
Keunikan lain yang juga menarik perhatian dari Roti Maros Salenrang adalah pemberian hidangan gratis saat singgah.
“Dari awal kami memang menyediakan kopi, teh, roti maros secara gratis. Namun, itu disimpan di tempat khusus driver. Kemudian kami ubah konsepnya sebagai hidangan untuk umum semuanya bisa singgah,” jelasnya.
Ia menuturkan, dengan pemberian hidangan gratis ini maka mampu memberikan pengalaman yang berkesan kepada pelanggan.
“Walau pun misalkan mereka cuma singgah, tapi dengan pengalaman hidangan gratis ini tentunya memberikan kesan yang baik kepada pelanggan,” paparnya.
Tak hanya itu, Reski juga mengatakan, alasan dibalik dibuatnya hidangan gratis tersebut untuk bersedekah.
“Harus sedekah dimanapun, kalau bisa setiap hari dan ini kemudian yang diwujudkan,” jelasnya.
Pemberian roti Maros Salenrang berlangsung setiap hari selama 24 jam. Dimana, apabila kosong langsung di isi, begitu pula dengan teh serta kopi.
Dengan adanya UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, kata Reski, mampu meningkatkan exposure sehingga brand dari Roti Maros Salenrang lebih dipercaya oleh pelanggan.
Dengan status global yang sementara berjalan terdapat pengaruh yang positif tidak hanya bagi Roti Maros Salenrang namun juga bagi UMKM.













