KabarMakassar.com — Festival Aksara Lontaraq (FALAQ) secara resmi diluncurkan pada tanggal 25 Juni 2020 silam. Telah digelar sejak enam tahun lalu, Festival Aksara Lontaraq merupakan upaya untuk mengembalikan kejayaan aksara lontaraq.
FALAQ merupakan inisiasi KabarMakassar, bagian dari Kabar Grup Indonesia Network bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan serta para tokoh literasi dan kebudayaan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pada peluncuran perdana 2020 lalu, Festival Aksara Lontaraq dilaksanakan secara virtual disebabkan masih dalam suasana pandemi. Dimana, puncak Festival Aksara Lontaraq tersebut dihadirkan Seminar Internasional Aksara Lontaraq.
Tercatat, pada tahun 2020, Festival Aksara Lontaraq diikuti oleh 1.865 peserta dan 17 negara, selanjutnya pada festival kedua di tahun 2021 dimeriahkan oleh 11 negara.
Pada tahun ketiga yakni 2022, Festival Aksara Lontaraq yang terus digaungkan oleh para pegiat literasi dan budaya sukses mengawal lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Aksara Lontaraq.
Sementara itu, pada tahun 2023, DPRD atas persetujuan Gubernur Sulsel melakukan pengesahan Perda Aksara Lontaraq.
Seiring pengesahan Perda Provinsi Sulsel Nomor 5 Tahun 2023 tentang Literasi Aksara Lontaraq, Bahasa dan Sastra Daerah tersebut, Festival Aksara Lontaraq turut digelar di Kabupaten Maros yang menjadi daerah percontohan di Sulsel yang bakal menerapkan Perda Aksara Lontaraq.
Perda tersebut hadir sebagai rekomendasi pada saat pelaksanaan Festival Aksara Lontaraq yang pertama pada tahun 2020 lalu.
Hal tersebut harus hadir di tengah masyarakat karena warisan budaya tak benda yang berasal dari leluhur, sehingga semua daerah di kabupaten/kota di Sulsel dapat merealisasikan perda ini.
Implementasi dari Perda juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat dalam mengambil jurusan bahasa daerah di universitas.
Adanya Festival Aksara Lontaraq dinilai mampu mendukung program Pemerintah Provinsi Sulsel untuk pemajuan kearifan lokal.
Selanjutnya, pada tahun 2024 Festival Aksara Lontaraq kembali hadir di Kota Makassar dan tahun 2025 digelar di Kabupaten Barru.
Festival Aksara Lontaraq 2025 digelar di Alun-Alun Colliq Pujie & Gedung Kesenian Barru.
Kabupaten Barru menjadi pusat perayaan budaya dan inovasi selama tiga hari yakni pada 23 hingga 25 November 2025.
Para pengunjung Festival Aksara Lontaraq VI – 2025 dapat menikmati rangkaian kegiatan lengkap mulai dari pameran naskah Lontaraq versi digital, workshop and coaching multimedia-Al, publikasi, dan produksi konten.
Adapula workshop video mapping yang mengubah kota jadi ruang visual, lomba cerita rakyat baik itu film atau animasi pahlawan Sulawesi Selatan, hingga special performance budaya setiap malam.
Mewakili Menteri Kebudayaan dan Direktur Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Andi Syamsu Rijal, menyampaikan jika pemajuan kebudayaan tidak hanya tugas pemerintah pusat akan tetapi kerja kolektif seluruh pihak.
“Keberlanjutan Festival Aksara Lontaraq yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-enam merupakan komitmen yang luar biasa,” ujarnya di FALAQ ke VI 2025.
Ia menegaskan jika lontaraq bukan hanya teks namun cerminan kearifan lokal serta nilai luhur nenek moyang yang tak ternilai harganya.
Penggagas FALAQ sekaligus CEO Kabar Grup Indonesia Upi Asmaradhana mengungkapkan jika Festival Aksara Lontaraq merupakan bentuk dalam menjaga warisan artefak terbaik Sulsel yakni Aksara Lontaraq.
“Aksara Lontaraq menjadi tanggung jawab bersama, sehingga diharapkan festival yang dilakukan tiap tahun ini bakal menjadi bagian dari upaya penyelamatan warisan serta nilai-nilai luhur masyarakat Sulsel,” paparnya.
Pada tahun 2026 ini, akan digelar pula dialog budaya dalam rangka haul 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Aksara Lontaraq Vol. VII 2026.
Agenda ini turut dihadiri oleh, Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar, Founder & CEO Kabar Grup Indonesia Upi Asmaradhana, Direktur Promosi Kebudayaan RI Wawan Yogaswara, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis.
Acara tersebut dijadwalkan pada Kamis (09/07), pukul 12.00 WITA, berlokasi di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar serta disiarkan langsung di youtube KabarMakassarTV.
Festival tahunan ini bukan hanya menjaga warisan, namun juga mengajak generasi muda mendorongnya melompat ke masa depan. Festival Aksara Lontaraq Mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjadi bagian dari gelombang kreatif baru yang menghidupkan kembali identitas Sulawesi Selatan.
Bukan hanya sekadar agenda seremonial, namun Festival Aksara Lontaraq diharapkan menjadi wadah dalam menjaga kesinambungan tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Terlebih tak banyak bangsa di dunia yang memiliki aksara atau bahasa seperti lontaraq, aksara lontaraq merupakan bukti dari tingginya nilai kebudayaan di Sulsel.













