kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Evakuasi Korban ATR 42-500 Dilakukan Lewat Rappeling di Jurang Ekstrem Gunung Bulusaraung

Evakuasi Korban ATR 42-500 Dilakukan Lewat Rappeling di Jurang Ekstrem Gunung Bulusaraung
upaya penyelamatan korban pertama

KabarMakassar.com — Proses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulu Saraung, Sulawesi Selatan, dilakukan melalui operasi teknis berisiko tinggi di medan ekstrem. Tim SAR gabungan harus menurunkan personel menggunakan teknik rappeling ke jurang dengan kedalaman mencapai ratusan meter di sekitar lokasi serpihan pesawat, Selasa (20/1).

Kepala Basarnas Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), M. Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim SAR menurunkan tali sedalam sekitar 100 meter menuju dasar jurang yang berada tidak jauh dari titik awal pesawat menabrak punggungan gunung.

“Tim menurunkan tali sekitar 100 meter ke dasar jurang yang berada dekat dengan serpihan pesawat. Proses turun menggunakan tali dan alat descender memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit per orang,” ujar Arif.

Sebanyak 10 personel dari berbagai unsur diturunkan ke dasar jurang, terdiri dari Basarnas Makassar, Kopasgat TNI AU, BPBD Kota Makassar, Brimob, Pramuka Peduli, dan Jasdam. Setibanya di bawah, tim melakukan penyisiran dengan berjalan menyusuri celah jalur air sambil menelusuri serpihan pesawat sejauh kurang lebih 200 meter ke arah bawah.

Salah satu rescuer Basarnas Makassar, Rusmadi, yang turun langsung ke jurang mengungkapkan bahwa korban pertama berjenis kelamin laki-laki ditemukan tersangkut di dahan pohon pada pukul 13.43 WITA. Posisi korban berada di kemiringan sekitar 30 derajat dan tepat di bibir tebing.

Setelah korban ditemukan, tim SAR melakukan proses packing jenazah selama kurang lebih satu jam. Upaya pengangkatan sempat dilakukan ke arah atas sejauh sekitar 60 meter, namun terkendala keterbatasan tenaga, peralatan, serta hujan deras yang terus mengguyur lokasi.

“Setelah dilakukan diskusi di lapangan, tim memutuskan mengubah arah evakuasi ke bawah menuju kampung terdekat karena medan dinilai lebih memungkinkan untuk proses evakuasi lanjutan,” jelas Rusmadi.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban pertama masih dalam perjalanan evakuasi menuju Posko Cenrana, Kabupaten Maros, sebelum selanjutnya dibawa ke Posko DVI di Kantor Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi.

error: Content is protected !!