KabarMakassar.com — Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jumat (17/7).
Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu datang dengan membawa dukungan mayoritas dari pemilik suara internal partai, memperkuat posisinya menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Dalam berkas yang diserahkan kepada panitia, IAS mengantongi total 32 dukungan. Rinciannya terdiri atas 22 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, tiga organisasi pendiri yakni Kosgoro, Soksi, dan MKGR, lima organisasi yang melahirkan meliputi AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, dan Satkar Ulama, serta dua organisasi sayap Partai Golkar, KPPG dan AMPG.
Besarnya dukungan tersebut menempatkan IAS sebagai figur terkuat dalam bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel. Jika tidak muncul kandidat lain yang memenuhi syarat dukungan, peluang Musda hanya diikuti satu calon semakin terbuka. Namun demikian, panitia masih akan melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen sebelum menetapkan calon resmi.
IAS menyebut dukungan yang diterimanya bukan sekadar modal politik untuk maju dalam Musda, tetapi juga amanah untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan menghadapi Pemilu 2029.
“Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah putusan diskresi kepada saya, itu menjadikan sebuah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan sesuai dengan harapan yang diharapkan oleh Ketua Umum agar Golkar di Sulawesi Selatan bisa kembali jaya menghadapi Pemilu tahun 2029 yang akan datang,” ujar IAS usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Majunya IAS sebagai calon Ketua Golkar Sulsel juga menjadi penanda berakhirnya perjalanan politik yang sempat ia tempuh di Partai Demokrat. Setelah lama dikenal sebagai kader Golkar dan memimpin Kota Makassar selama dua periode, IAS bergabung dengan Demokrat dan menjadi salah satu tokoh yang diharapkan memperkuat partai tersebut di Sulawesi Selatan.
Tahapan berikutnya, panitia Musda Golkar Sulsel akan memeriksa seluruh kelengkapan administrasi dan keabsahan surat dukungan yang telah diserahkan. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penetapan IAS sebagai calon resmi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang selanjutnya akan dipilih dalam forum Musda.
Sebelum maju di Musda Golkar Sulsel, IAS sempat menjadi kader Demokrat.
Bahkan, Ia sempat maju pada Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel yang digelar pada Desember 2021, IAS memperoleh dukungan mayoritas dengan meraih 16 suara dari DPC.
Sementara pesaingnya, Ni’matullah Erbe, memperoleh delapan suara. Meski demikian, hasil pemungutan suara itu tidak menjadi akhir dari proses penentuan ketua.
Melalui mekanisme organisasi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menetapkan Ni’matullah Erbe sebagai Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan. Keputusan tersebut membuat IAS yang memperoleh dukungan lebih banyak di tingkat DPC tidak ditetapkan sebagai ketua.
Dinamika itu kemudian menjadi salah satu titik balik dalam perjalanan politik IAS. Setelah beberapa waktu tetap berada di Demokrat, ia akhirnya memutuskan hengkang dari partai berlambang mercy tersebut.
IAS kemudian secara terbuka menyatakan bergabung kembali dengan Partai Golkar, partai yang sebelumnya menjadi tempat ia membangun karier politik hingga menjabat Wali Kota Makassar.
Kembalinya IAS ke Golkar kini berbuah peluang besar untuk memimpin partai di tingkat provinsi. Berbeda dengan situasinya saat berada di Demokrat, kali ini IAS datang dengan dukungan yang terkonsolidasi dari mayoritas pemilik suara internal Golkar.













