KabarMakassar.com — Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bakal merambah negara baru usai Bank Indonesia dan Bank of Korea menyepakati membuka layanan transaksi tanpa uang tunai tersebut April mendatang.
Itu ditegaskan pada agenda High Level Meeting 5 Januari 2026 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo bersama Gubernur Bank of Korea, RHEE, Chang Yong.
“BI dan Bank of Korea telah bersepakat dalam melanjutkan persiapan implementasi layanan pembayaran QR antarnegara Indonesia dan Korea Selatan yang dijadwalkan mulai digunakan bulan April,” tulis, dalam keterangan resmi dikutip Senin (09/02).
Ini menjadi hasil tindak lanjut dari penandatangan Memorandum of Understanding bulan Juli 2024 lalu.
Diharapkan, layanan kedua bank setral ini mampu mengoptimalkan efisiensi pembayaran untuk masyarakat yang berkunjung ke kedua negara.
Terlebih, sejalan dengan implementasi kerangka Local Currency Transaction antara Indonesia serta Korea Selatan yang sudah berlaku September 2024 silam.
Lewat interkoneksi sistem tersebut, biaya konversi valuta asing serta biaya transaksi mereka anggap bisa berkurang, dan dapat menyokong aktivitas ekonomi sektor riil.
“Misalnya perdagangan, pariwisata, serta konsumsi di kedua negara,” paparnya.
Lebih lanjut, kedua bank sentral telah menyepakati dalam melanjutkan pembahasan kerja sama demi meningkatkan pemanfaat layanan pembayaran QR antarnegara.
Hal tersebut mencakup perluasan fitur pembayaran berbasis QR terhadap ekosistem pembayaran yang lebih luas.
