KabarMakassar.com — PT. PLN (Persero) segera menghadirkan PLTS Hybrid Selayar sebagai salah satu langkah menyumbang penurunan emisi CO2 di sektor industri, selaras dengan program Pemerintah guna mendukung komitmen Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 dalam percepatan transisi energi hijau.
Sebagai implementasi terkait hal tersebut, maka PT. PLN (Persero) telah membangun dan akan segera mengoperasikan pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid yang terbesar di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 1,3 Mega Watt Peak (MWP) yang berlokasi di Desa Parak Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.
Manager PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Selayar, Andi Akhmad Rahmatullah mengatakan, saat ini pembangunan PLTS Selayar Alhamdulillah sudah rampung pembangunannya dan saat ini tengah melalui tahapan pengujian dan penyesuaian bergabung ke sistem Selayar.
"Untuk saat ini telah dilakukan beberapa pengujian, sistem PLTS Hybrid ini akan dimaksimalkan memikul beban sesuai kapasitasnya di siang hari, serta akan disinkronkan dengan sistem PLN yang sudah ada," ungkapnya, saat silaturahmi dan berbincang santai di ruangannya tentang PLTS Hybrid Selayar yang dibangun di atas lahan 1,46 ha, Selasa, (08/03).
Dengan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat mengurangi penggunaan mesin diesel yang berbahan bakar solar pada siang hari. Selain itu juga dapat menurunkan emisi karbon 1.400 ton CO2 per tahun serta menghemat anggaran biaya bahan bakar (solar).
"Seperti yang diketahui untuk biaya produksi pembangkit listrik tenaga diesel itu biaya produksinya untuk membangkitkan 1 KWH butuh sekitar Rp3.302 / kWh, sementara rupiah per kWh penjualan rata-rata sekitar Rp1.145/kWh, sehingga dengan beroperasinya PLTS ini dapat menekan biaya produksi PLN" , tambahnya
Saat ini PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Selayar melayani Tiga sistem kelistrikan yakni sistem kelistrikan daratan Selayar, Pulau Pasi, Pulau Jampea. Adapun untuk sistem kelistrikan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate masih sementara tahap pengusulan.
Sistem kelistrikan di Daratan Pulau Selayar, saat ini memiliki daya mampu mesin sebesar 11,800 KW dengan beban puncak pemakaian pelanggan sebesar 6,300 KW atau kurang lebih 53 persen dari total daya mampu, sehingga masih ada tersisa 47 persen atau 5.500 KW yang masih sangat memungkinkan untuk melayani kebutuhan listrik industri atau investor yang ingin masuk di Selayar.













