kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DPRD Sulsel Soroti Ketimpangan Anggaran Pariwisata, Toraja Dinilai Terabaikan

DPRD Sulsel Soroti Ketimpangan Anggaran Pariwisata, Toraja Dinilai Terabaikan
Salah satu wisata Tanah Toraja, (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Syukur, menyoroti ketimpangan alokasi anggaran di sektor pariwisata dan kebudayaan Sulawesi Selatan yang dinilai belum menyentuh daerah-daerah berpotensi tinggi, seperti Kabupaten Toraja.

“Sulsel ini memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus. Dari Makassar ke utara sepanjang pesisir pantai, sangat mirip dengan Bali,” ujar Syukur, Senin (12/05).

Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap budaya lokal, termasuk tradisi mannenek di Toraja yang kini seperti mati suri.

“Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang ingin melestarikan ritual ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Syukur juga mengusulkan kerja sama lintas dinas untuk mengelola potensi wisata pantai dan mengalokasikan anggaran yang lebih merata.

Ia pun mengingatkan adanya tunggakan kegiatan budaya di Toraja sejak 2002 yang belum terselesaikan hingga kini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Muhammad Arafah, mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Sulsel belum masuk dalam lima besar pariwisata nasional. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua,” ujarnya.

Arafah mengungkapkan bahwa tahun lalu pihaknya sempat mendapat bantuan pusat untuk pengembangan destinasi di Selayar dan Barru, namun tahun ini program itu dihentikan.

“Kami berharap tahun depan ada lagi anggaran untuk pengembangan pariwisata, termasuk di Toraja,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulsel menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, membahas potensi kerja sama strategis diantaranya energi terbarukan, pendidikan vokasi, sektor pariwisata.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati Rusdi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik inisiatif Pemerintah Swiss dalam mendorong kemitraan di sektor-sektor prioritas.

“Kami percaya, kerja sama ini akan memperkuat daya saing daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” tukas Fatmawati.

Diketahui, Sulsel mempunyai potensi besar di bidang energi bersih, dengan keberadaan PLTB Sidrap dan Jeneponto, serta sumber daya manusia yang siap ditingkatkan melalui pendidikan vokasi.

Pemprov Sulsel juga siap terhadap dukungan program pelatihan keterampilan berbasis industri untuk memberikan tenaga kerja terampil yang mumpuni.

“Kami juga melihat peluang kolaborasi di sektor pariwisata dan transportasi perkotaan yang dapat dikembangkan lebih lanjut bersama Swiss,” imbuhnya.

error: Content is protected !!