KabarMakassar.com – Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga, khususnya di wilayah Kecamatan Manggala, terkait perbaikan infrastruktur dasar dan pengelolaan lingkungan.
Imam menyoroti pentingnya sinergi antara warga dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik, terutama pembangunan dan penutupan saluran drainase yang dinilai mendesak untuk segera dikerjakan.
“Permasalahan drainase ini harus cepat diselesaikan karena sangat berisiko terhadap keselamatan warga. Saya sudah menerima laporan terkait saluran yang belum memiliki penutup dan akan segera meneruskan aspirasi ini ke dinas terkait,” tegas Imam Musakkar, Selasa (14/10).
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra Komisi C, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, Dinas Perumahan, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Imam menilai kolaborasi lintas dinas diperlukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.
“Saya minta masyarakat tidak ragu melaporkan kondisi jalan rusak, saluran tersumbat, atau lingkungan yang butuh perhatian. Semua itu akan kami kawal agar mendapatkan tindak lanjut dari instansi terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Manggala, Sukri Abbas, turut menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dan kebersihan kota.
Ia mengimbau agar warga memperkuat komunikasi antar tetangga serta mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
“Kami minta agar orang tua memastikan anak-anaknya pulang ke rumah sebelum pukul 10 malam. Ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing,” kata Sukri.
Selain soal keamanan, ia juga mengingatkan warga untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.
Menurutnya, pengelolaan sampah sejak dari sumber dapat membantu mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang kini sudah melebihi kapasitas.
“Kalau bisa sampah dipilah sejak di rumah. Sampah organik bisa diolah menjadi maggot yang bernilai ekonomis. Upaya kecil seperti ini sangat membantu mengurangi penumpukan di TPA,” ujarnya.
