KabarMakassar.com — DPR RI menegaskan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap pembangunan kawasan perbatasan.
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. KH. Ahmad Heryawan, menilai paradigma lama yang memandang perbatasan sebagai wilayah pinggiran sudah tidak relevan.
Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global, kawasan perbatasan justru merupakan beranda depan NKRI yang menjadi wajah bangsa di hadapan negara tetangga. Karena itu, ia mendesak pemerintah untuk menjadikan pembangunan perbatasan sebagai prioritas nasional.
“Perbatasan bukan lagi daerah belakang. Harus ada komitmen agar wilayah ini tampil sebagai etalase kemajuan Indonesia sejahtera, maju, dan membanggakan,” tegas Ahmad Heryawan, Selasa (19/8).
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menekankan bahwa pembangunan di perbatasan tidak cukup hanya pada infrastruktur dasar. Pemerintah, kata dia, perlu memberi perhatian lebih pada aspek kesejahteraan ekonomi, pemerataan pendidikan, hingga transformasi digital bagi masyarakat setempat.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan produk unggulan lokal di kawasan perbatasan. Dengan potensi besar yang dimiliki, produk-produk tersebut dinilai bisa menjadi pintu masuk ekspor baru dan memberi kepercayaan diri bagi generasi muda setempat.
“Kalau produk perbatasan bisa menembus pasar ekspor, masyarakat tidak akan merasa terpinggirkan. Justru akan bangga, percaya diri, dan tumbuh dengan semangat menjaga kedaulatan negara,” ujar Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI itu.
Lebih jauh, legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan dan inklusif di perbatasan akan berdampak langsung pada penguatan rasa nasionalisme. Ia menilai keberhasilan menjaga kedaulatan negara tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat yang hidup di garis depan.
“Ketika masyarakat sejahtera, komitmen menjaga NKRI semakin kuat. Karena itu, pemerintah harus memprioritaskan pembangunan ekonomi, pendidikan, dan digitalisasi di kawasan perbatasan,” tegasnya.
Ahmad Heryawan pun mendorong agar semua pemangku kepentingan bersinergi dalam memperkuat wilayah perbatasan. Menurutnya, jika strategi pembangunan dijalankan dengan konsisten, maka perbatasan Indonesia bukan hanya sekadar garis batas, melainkan etalase kemajuan bangsa di mata dunia.













