KabarMakassar.com — Puluhan massa aksi yang tergabung pada Aliansi Peduli Mattoanging melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (05/12).
Aksi ini dilakukan untuk menuntut dan mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel segera menghadirkan Stadion Mattoanging. Sayangnya, aksi ini berujung saling dorong hingga pukul antar massa aksi dengan pihak Satpol PP.
Akibatnya sejumlah fasilitas mengalami kerusakan seperti vas bunga dan meja yang pecah.
Menanggapi hal tersebut, Aliansi Peduli Mattoanging melalui keterangan tertulisnya yang diterima menegaskan, kerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulsel bukanlah hal yang disengaja.
Pasalnya, keributan terjadi karena adanya kesalah pahaman antara Satpol PP dan Massa Aliansi yg di picu oleh Oknum Satpol PP di lokasi yg melakukan provokasi kepada massa aksi.
"Tidak Benar massa aksi melakukan tindakan dengan sengaja merusak fasilitas, hasil investigasi kami pasca aksi kerusakan hanya berupa Vas Bunga 2 buah dan juga kaca meja, hal itu terjadi saat aksi saling dorong antara Satpol PP dan Massa Aksi," tulis Aliansi Peduli Mattoanging.
Berukut beberpa hal tanggapan Aliansi Peduli Mattoanging terkait aksi demonstrasi Mattoanging di Kantor Gubernur Sulsel:
1. Kami Aliansi Peduli Mattoanging menegaskan bahwa, Peserta Aksi adalah seluruh elemen suporter dan Suluruh masyarakat pencinta sepakbola yang menginginkan hadirnya stadion mattoanging.
2. Aksi dilakukan tertib, massa aksi masuk ke halaman kantor gubernur Dan Mobil Komando Tidak Menabrak Gerbang kantor Gubernur.
3. Keributan terjadi karena adanya kesalah pahaman antara Satpol PP dan Massa Aliansi yg di picu oleh Oknum Satpol PP di lokasi yg melakukan provokasi kepada massa aksi.
4. Tidak Benar massa aksi melakukan tindakan dengan sengaja merusak fasilitas, hasil investigasi kami pasca aksi kerusakan hanya berupa Vas Bunga 2 buah dan juga kaca meja, hal itu terjadi saat aksi saling dorong antara Satpol PP dan Massa Aksi.
5. Beberapa Massa aksi jg mengalami luka memar akibat di keroyok oleh oknum Satpol PP yg melakukan pemukulan secara membabi buta dan anarkis. Beberapa korban yg sempat teridentifikasi saat ini telah melakukan visum di salah satu Rumah Sakit dan akan kami rilis hasilnya.
6. Aliansi Meminta pihak pemprov bertanggung jawab terhadap korban pemukulan saat aksi tadi.
7. Mengutuk keras penggiringan opini yg menyudutkan pergerakan teman teman aliansi. Dan kami dari Aliansi akan berjanji akan turun kembali dengan massa yang jauh lebih besar apabila tidak ada tanggapan positif atas aksi yg telah kami lakukan.
Sementara itu, diketahui, Pemerintan Provinsi Sulsel resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar.
Plt Kasatpol PP Sulsel Andi Rijaya mengungkapkan, pelaporan ini ada dua jenis, pertama adalah laporan pengrusakan dan kedua adalah laporan penganiayaan dan atau pengeroyokan. “Kami sudah resmi melaporkan ke Polrestabes Makassar, malam ini,” pungkasnya.














