KabarMakassar.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan merespons adanya laporan terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah di beberapa sekolah. Temuan tersebut di antaranya terjadi di SMA Negeri 21 Makassar dan SMA Negeri 5 Bulukumba.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menegaskan pihaknya masih menunggu data valid terkait laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa Pemprov Sulsel telah membentuk Satgas MBG sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan percepatan serta pengawasan program.
“Jadi ada memang informasi dari semua sekolah, Tapi ini belum kami pastikan datanya, karena kita sekarang sudah ada Satgas Provinsi, itu arahan dari Kemendagri untuk seluruh provinsi, kabupaten/kota untuk membuat Satgas, kita sudah ada sekarang, Kalau tidak salah Pak Sekda ketuanya,” ujar Iqbal, Kamis (02/10).
Iqbal menambahkan, salah satu tugas Satgas adalah memastikan laporan dari seluruh sekolah penerima program MBG tetap terpantau. Laporan itu kemudian direkap setiap pekan dan diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk evaluasi program.
“Tugas Satgas ini memang itu kita diminta bekerja untuk proses percepatan pendirian SPPG di setiap wilayah. Ya karena kan kita masih kurang ini. Targetnya kita kalau tidak salah itu sekitar 2 jutaan penerima manfaat dan baru sekitar 200 yang berfungsi. Ini yang kita nanti bantu ini melalui Satgas,” jelasnya.
Selain fungsi pengawasan, Iqbal juga mengaku meminta setiap sekolah membentuk tim internal. Langkah ini dilakukan agar ada pengendalian kualitas makanan mulai dari proses distribusi hingga sampai ke siswa di sekolah.
“Saya kemarin meminta semua kepala sekolah, nanti kami kondisikan dengan kabupaten kota, meminta kepala sekolah untuk membentuk tim internal di sekolah. Artinya tim internal ini membantu, membantu nanti ini makanan yang sudah didistribusikan dari dapur supaya ini juga terkontrol,” kata Iqbal.
Menurutnya, langkah ini diperlukan karena potensi masalah bisa muncul di titik distribusi maupun penyimpanan makanan di sekolah. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara Satgas dengan tim internal sekolah untuk memastikan keamanan makanan.
“Secara makro satgas bertugas ada internal juga bertugas karena ini tidak bisa bekerja memastikan hal-hal yang terjadi di luar itu kalau kita tidak kolaborasi. Itu yang sekarang yang bisa optimalnya kami lakukan di Dinas Pendidikan,” pungkasnya.
