KabarMakassar.com – Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyalurkan bantuan pangan bergizi kepada 150 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam desil 1 atau kelompok keluarga miskin ekstrem di Desa Adolang II dan Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kelompok masyarakat rentan memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi.
Bantuan disalurkan melalui kegiatan penanganan daerah rawan pangan dengan sasaran 150 KK. Setiap keluarga penerima mendapatkan paket pangan yang terdiri atas beras, telur, abon, minyak goreng dan gula pasir.
Kepala Bidang Kerawanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Sofiawati Sofyan, membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Majene serta Kepala Desa Adolang II dan Kepala Desa Banua Adolang.
Sofiawati Sofyan, mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan pangan dan rentan terhadap masalah gizi. Bantuan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan asupan gizi.
Disampaikan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program PASTIPADU (Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan secara Terpadu) yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
“Melalui PASTIPADU, penanganan stunting dan kemiskinan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi dan terjangkau,” ucapnya, Rabu (16/09).
Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penanganan kerawanan pangan melalui intervensi yang menyentuh langsung masyarakat. Bantuan pangan bergizi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya perbaikan gizi dan penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Barat.













