KabarMakassar.com — Diduga tak sesuai bestek, Sekjen DPP Gempar NKRI Sulawesi Selatan meminta penegak hukum mengusut proyek beton tahun 2022 milik Dinas PUPR Kota Makassar.
"Kita meminta Kejati Sulsel dan Ditkrimsus Polda untuk mengusut indikasinya. Apalagi pekerjaan menghabiskan miliaran anggaran APBD Makassar tahun ini,"ujar Askari sekjen DPP Gempar NKRI komentar kepada Kabarmakassar.com, Kamis (03/11).
Ia mengatakan, pihaknya sebagai lembaga sosial akan mengawal proyek pemerintah daerah. Askari menyebut, pengawasan pengerjaan paket di sejumlah titik relatif rendah.
"Ada dua persoalan klasik yakni pengawasan Dinas PUPR di lapangan belum maksimal. Dan pihak pelaksana kegiatan biasanya 'mencuri' main-main secara teknik agar lebih banyak keuntungan. Nah itu melihat standar yang memenuhi pada RTA (Registered Technical Analyst). Termasuk tinggi beton total 27 centimeter kalau kurang tentu sudah melanggar," jelas Askari.
Berdasarkan pantauan, Kamis, 3 November 2022, pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut ada dua titik retak di Kompelks Hartaco Permai Jalan Perintis Kemerdekaan.
Selain itu, tinggi ketebalan beton rata-rata 25 centimeter. Bahkan dasar pengecoran yang seharusnya 7 centimeter, hanya 3-5 centimeter saja. Padahal proyek konstruksi tersebut setidaknya memiliki standar yang memenuhi pada RTA (Registered Technical Analyst).
Untuk item pekerjaan betonisasi, tahun ini total pagu nya Rp. 66.771.604.008, sedangkan kegiatan beton yang berkontrak senilai Rp57.256.684.008.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas PUPR Kota Makassar, Noorhaq Alamsyah menegaskan pengerjaan benton dan aspal sudah dilakukan secara jelas mulai persiapan, pengadaan dan pelaksanaannya.
"Tidak ada yg ditutup tutupi, zaman sudah berubah. Saatnya kita buka selebar lebarnya informasi ke masyarakat," ungkap Noorhaq Alamsyah saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Alamsyah, menegeskan akan menindak tegas pihak kontraktor jika terbukti pekerjaan tidak memenuhi standar.
"Saya suruh cek sekarang dan saya perlihatkan ukurannya. Kalau ada yang main-main saya suruh bongkar sekarang kalau kontraktor mau mencuri volume," ujarnya.














