kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dekranasda Sulsel Gandeng IWAPI Perluas Peluang Pasar Kerajinan Perempuan Pesisir

Dekranasda Sulsel Gandeng IWAPI Perluas Peluang Pasar Kerajinan Perempuan Pesisir
Sulsel perkuat daya saing kerajinan sisik ikan dari pesisir Paotere (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel memperkuat kapasitas perajin perempuan pesisir Paotere melalui pelatihan penguatan kemasan produk kerajinan dari sisik ikan.

Pelatihan tersebut berlangsung di UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (20/08) dan diikuti 35 perajin perempuan dari kawasan pesisir Paotere, Kota Makassar.

Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengembangan kemasan yang lebih berkualitas, ramah lingkungan, dan sesuai ketentuan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing serta memperluas peluang pemasaran produk kerajinan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dekranasda Sulsel dengan sejumlah mitra, yakni IWAPI Sulsel, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulsel, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel.

Ketua Bidang Kemitraan Dekranasda Sulsel, Ainun Jariah, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk membekali perajin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kemasan menggunakan bahan lokal yang ramah lingkungan.

“Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai perluasan pasar produk kerajinan sekaligus membangun kemitraan untuk mendukung pengembangan pemasaran produk perajin perempuan,” kata Ainun.

Para perajin perempuan pesisir Paotere selama ini mengolah sisik ikan menjadi berbagai produk kerajinan, di antaranya gantungan dan vas bunga. Melalui pelatihan tersebut, produk yang telah dihasilkan diharapkan memiliki tampilan kemasan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah.

Ketua Dekranasda Sulsel, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, yang diwakili Tuti Setiawan, mengatakan penguatan kemasan menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Wilayah pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain hasil laut, berbagai hasil samping perikanan juga berpotensi dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Menurut dia, pemanfaatan sisik ikan menjadi produk kerajinan menunjukkan bahwa bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan peluang ekonomi.

“Pelatihan ini bukan hanya mengenai bagaimana membuat kemasan yang menarik dan sesuai ketentuan, tetapi juga mendorong pola pikir bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah dan peluang usaha,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan IWAPI dan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarpihak penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, khususnya perajin perempuan di kawasan pesisir.

“Pelaku UMKM tidak hanya perlu menghasilkan produk yang kreatif, tetapi juga memahami pengemasan, pemasaran, pengembangan usaha, dan aspek lain yang dapat meningkatkan daya saing produk,” ujarnya.

Tuti berharap kerja sama yang dituangkan melalui MoU dapat ditindaklanjuti dalam berbagai program yang memberikan peluang lebih luas bagi perajin Sulsel untuk mengembangkan usaha dan memperluas akses pemasaran.

“Kami berharap kelompok usaha perempuan pesisir dapat terus mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, memiliki identitas daerah, dan memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas,” katanya.

Mewakili IWAPI Sulsel, Dewi Talli mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat UMKM, khususnya yang dikelola perempuan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong UMKM agar terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Isma, mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas perajin.

“Perajin memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengembangkan produk-produk berbasis potensi lokal,” katanya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga usaha para peserta semakin mandiri, berkembang, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.